plt-dirjen-pendidikan-tinggi-dikti-kemendikbud-nizam_169.jpeg

Prof Sudadio Bantah Palsukan Izin Kampus-Catut Nadiem, Ini Kata Kemdikbud

Diposting pada
Plt Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam 169 Prof.  Sudadio membantah pemalsuan izin kampus - Catut Nadiem, Ini Kata Kemdikbud

Profesor Sudadio membantah terlibat dalam dugaan pemalsuan Surat Izin Kerja (SK) dan atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Ristek Nadiem Makarim Universitas Painan di Tangerang, Banten. Bagaimana tanggapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Ristek?

Direktur Jenderal Sementara Kementerian Pendidikan Tinggi Pendidikan dan Kebudayaan-Ristek, Prof Nizam, melaporkan kasus ini sudah diusut Polda Metro Jaya bahkan hingga Sudadio ditetapkan sebagai tersangka. Soal bantahan Sudadio, Nizam menyerahkan kasus hukum tersebut kepada polisi.

“Kami bawa persidangan ke polisi untuk mengusut. Dia tidak bersalah atau pun bersalah. Biar polisi mengusut berdasarkan bukti yang ada,” kata Nizam saat dihubungi, Sabtu (5/1/2021).

Nizam mengatakan, pihaknya telah menyerahkan bukti kepada polisi terkait dugaan pemalsuan izin operasi di Universitas Painan, Banten dan dugaan nama Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim.

“Kami punya bukti yang sudah kami serahkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelas Nizam.

Sebelumnya, Profesor Sudadio mengatakan dia terkejut dengan tekadnya yang mencurigakan. Dia menyangkal telah mengeluarkan keputusan yang salah dan mengakui bahwa dia tidak mengetahui proses pengambilan keputusan dan bahwa dia tidak pernah terlibat dalam yayasan.

Baca Juga :  Kemensos Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Akselerasi Penyerapan Anggaran di Awal Tahun 2021

“Demi Allah Rasulullah, saya 100 persen tidak tahu apa-apa tentang proses ketatanegaraan dan sampai ketetapan itu diundangkan. Juga kalau saya tulis nama menteri ada dua jenis tulisan, atas nama atau dengan tanda tangan, sama sekali tidak.” Bagaimana caranya. Ayo Pak Guru bisa lakukan itu, ”kata Sudadio kepada detikcom melalui sambungan seluler di Serang, Sabtu (1/5).

Sudadio mengatakan hanya mengetahui bahwa ketua yayasan Patwan Siahaan mendapat informasi dari seseorang bernama Nining tentang proses pengurusan dokumen Universitas Painan. Informasi itu, nama Nining didapat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

“Bu Nining mendapat SK dari Dikti. Dan Bu Nining memberikan SK tersebut kepada Pak Patwan. Ini perlu diteliti siapa yang melakukannya, siapa sebenarnya yang mendapatkannya,” kata guru besar ini. ‘Untirta.

“Ini 100 persen, 1.000 persen saya tidak tahu, dan saya bahkan tidak pernah diundang rapat di forum mana pun, proses pembukaan dokumen apa pun di front desk SK saya tidak tahu apa-apa,” sambungnya. .

Dalam kasus ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan Universitas Painan dicurigai memalsukan keputusan untuk mengizinkan pendidikan tinggi. Kasus ini kemudian dilaporkan oleh Polda Metro Jaya. pada 17 Februari 2021.

Baca Juga :  Lirik Sholawat Huwan Nuru Yahdi AlHairina (Arab, Latin dan Artinya)

Universitas Painan disebut-sebut melanggar ketentuan UU Dikti 2012. Ada lima SK izin operasional yang diduga palsu atas nama Mendikbudristek Nadiem Makarim.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *