Program Organisasi Penggerak Kemdikbud Tidak Jelas, LP Ma’arif NU Mundur – Aspiratif News

Program Organisasi Penggerak Kemdikbud Tak Jelas, LP Ma’arif NU Mundur
Views: 968
Read Time:2 Minute, 30 Second

Program Organisasi Penggerak Kemdikbud Tidak Jelas, LP Ma’arif NU Mundur – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) secara tegas Mempublikasikan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) yang dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.


Ketua LP Ma’arif NU KH Arifin Junaidi menjelaskan dengan tegas bahwa mundurnya LP Ma’arif NU bukan tidak ingin membantu pemerintah, bahkan NU semenjak sebelum Indonesia merdeka sampai waktu ini telah jadi pelopor, penggerak, dan pengelola pendidikan di tengah masarakat Indonesia.


Ia menilai, program Kemdikbud tersebut dari awal sudah janggal. Dia menceritakan kronologi dari kejanggalan tersebut bahwa pihaknya dimintai proposal 2 hari sebelum penutupan.


“Kami nyatakan tidak dapat buat proposal dengan bermacam-macam syarat dalam waktu singkat. Tapi kami diminta ajukan saja syarat-sayarat menyusul. Tanggal 5 Maret lewat website, mereka Mempublikasikan proposal kami ditolak,” kata kiai Arifin, Rabu (22/7) seperti dilansir website maarifnu.org.


kiai yang akrab dipanggil Arjuna ini mengungkapkan, pihak Kemdikbud kembali menghubungi LP Ma’arif NU untuk melengkapi syarat-syarat. Dia menerangkan, LP Ma’arif NU diminta mempergunakan badan hukum sendiri bukan badan hukum NU.

READ  Selamatkan Lingkungan dan Famili Kita dari Ancaman Radikalisme


“Kami Tidak mau dan kami jelaskan badan hukum kami NU,” tegasnya.


Esok harinya, kiai Arjuna menerangkan, Kemdikbud kembali meminta surat kuasa dari PBNU. Padahal syarat tersebut tidak sesuai dengan AD/ART.


“Kami terus didesak, akhirnya kami minta surat kuasa dan memasukkannya di detik-detik terakhir,” ujarnya.


kiai Arjuna menerangkan, pihaknya mendadak dihubungi untuk ikut rapat koordinasi pada Rabu (22/7). Padahal waktu itu, belum ada surat Penjelasan penetapan program Kemdikbud itu.


“Tadi pagi kami dihubungi untuk ikut rakor pagi tadi, saya tanya rakor apa dijawab rakor POP, saya jawab belum dapat SK penetapan penerima POP dan undangan, dari sumber lain kami dapat daftar penerima POP, ternyata banyak sekali organisasi/yayasan yang tidak Jelas ditetapkan sebagai penerima POP,” ungkapnya.


Waktu ini Lembaga Pendidikan Maarif NU tengah fokus menangani pelatihan kepala sekolah dan kepala madrasah 15 % dari total sekolah/madrasah kisaran 21.000.


Mereka yang ikut pelatihan wajib melatih guru-guru di satuan pendidikannya dan kepala sekolah serta kepala madrasah lain di lingkungan sekitarnya. Sementara POP wajib selesai akhir tahun sekarang.

READ  Perjumpaan Prabowo-Jokowi Titik Mulai Peradaban Baru Indonesia


“walaupun kami tidak ikut POP kami tetap melaksanakan program penggerak secara mandiri,” tutupnya.


Program Organisasi Penggerak konon Ialah bagian program unggulan Kemdikbud pimpinan Nadiem Makarim. Katanya program itu bermaksud untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk menaikkan kualitas dan kesanggupan peserta didik.


Dalam program tersebut, Kemdikbud akan melibatkan organisasi-organisasi masarakat maupun individu yang mempunyai kesanggupan untuk menaikkan kualitas para guru melalui bermacam pelatihan.


Kemdikbud mengalokasikan anggaran Rp567 miliar per tahun untuk membiayai pelatihan atau aktifitas yang dihelat organisasi terpilih. Organisasi yang terpilih dibagi 3 kategori ialah Gajah, Macan, dan Kijang. Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimum Rp20 miliar/tahun, Macan Rp5 miliar per tahun, dan Kijang Rp1 miliar per tahun.


Editor: Fathoni Ahmad

Program Organisasi Penggerak Kemdikbud Tidak Gamblang, LP Ma’arif NU Mundur – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *