dicek-wapres-maruf-amin-begini-megahnya-bendungan-way-sekampung-2_169.jpeg

Progres Bendungan Megah Way Sekampung Capai 92%

Diposting pada

Proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung hampir selesai. Proyek yang masuk dalam Daftar Proyek Strategis Nasional (NSP) akan menyediakan air irigasi, air baku, dan listrik.

Proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, saat ini memiliki total 92% yang diharapkan selesai pada kuartal III tahun ini. Pembangunan Bendungan Way Sekampung memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sekitar, diantaranya adalah penyediaan air irigasi seluas 55.373 hektar, penyediaan air baku 2.482 liter per detik untuk kota Bandar Lampung, Branti dan Metro.

“Keberadaan bendungan ini memiliki keuntungan untuk penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Pringsewu. Selanjutnya keberadaan bendungan tersebut dapat dijadikan sebagai pengendali banjir dan sebagai tempat konservasi dan pariwisata dalam rangka peningkatan. Tidak hanya itu, Keberadaan bendungan diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam melalui irigasi, sehingga diharapkan selesainya pembangunan bendungan ini akan mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, ”ujarnya. Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Selain itu, bendungan tersebut dapat berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohida (“PLTM”) dengan output 5,4 MW (2 x 2,7 MW).

Baca Juga :  Menteri Intelijen Israel: Saudi, Oman, Qatar, dan Niger Menuju Normalisasi dengan Israel

Selain itu, pembangunan bendungan juga bermanfaat untuk wisata air dan pelestarian lingkungan di sekitar Kabupaten Pringsewu. Bendungan dengan kapasitas efektif 68 juta meter kubik telah dibangun sejak tahun 2016 selama 5 (lima) tahun.

Kehadiran Waduk Way Sekampung di Provinsi Lampung tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Pemerintah tak henti-hentinya menggarap tangki saat terjadi pandemi Covid-19 untuk menjaga tujuan melengkapi PSN dan tangki. untuk menjaga keberlangsungan perekonomian Indonesia, ”imbuhnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *