Protap Kesehatan Diperketat, Pesantren Assalafie Cirebon Mulai Mengaji – Aspiratif News

Views: 22
Read Time:2 Minute, 11 Second

Protap Kesehatan Diperketat, Pesantren Assalafie Cirebon Mulai Mengaji – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Santri-santri Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin, Cirebon mulai berdatangan. Mereka siap melakukan aktivitas mengaji seperti awalnya. walaupun begitu, suasana belajar mengajar kali ini digelar secara tidak sama, pihak pesantren memperketat protokol kesehatan untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19. 


Tidak cuma bagi wali santri, aturan protokol kesehatan yang Dilakukan secara ketat tersebut berlaku untuk 1670 santri, baik sebelum berangkat maupun setalah menjalani kehidupan di pesantren. 


Salah seorang kyai di Pesantren Assalafie, KH Arwani Syaerozie menjelaskan dengan tegas, penerimaan kembali para santri dibuat 5 gelombang. Gelombang ke-1, spesial para dewan guru atau ustadz dari luar Jabodetabek. Gelombang ke-2, untuk santri maha siswa luar Jabodetabek. Gelombang ketiga, untuk santri SLTA luar Jabodetabek. Gelombang ke-4, untuk santri SLTP luar Jabodetabek. Gelombang kelima, untuk ustadz, santri, santri maha siswa, murid SLTA dan SLTP dari Jabodetabek. 


Ia mengungkapkan, waktu ini sudah masuk gelombng ketiga, yaitu penerimaah santri Madrasah Aliyah (MA) atau santri tingkat SLTA. Bagi mereka yang sudah Ada di pesantren, kajian agama telah diawali, meski belum keterlaluan aktif. Pengajiannya pun digelar secara tidak sama, misalnya duduknya yang berjarak dan sedikit melakukan perkumpulan. 

READ  Ya Khoiro Hadi Lil Anami - Lirik Teks Arab dan Latin


“Sekarang sudah masuk gelombang 3 penerimaan santri SLTA, mereka sudah mengaji tapi belum begitu aktif,” kata kiai Saerozie waktu bercakap-cakap dengan Aspiratif News di Kantor PBNU Jakarta Pusat, Ahad (21/6). 


Ia menambahkan, pembukaan kembali pesantren yang berdiri tahun 1705 M tersebut telah dipikirkan matang-matang. Pihaknya mengoptimalkan seluruh imbauan dan intruksi pemerintah terkait penyediaan Sarana pencegahan Covid-19.  


Menurut kiai Saerozie, para santri yang ingin kembali ke pesantren juga diminta mentaati aturan, di antaranya wajib mengkarantina mandiri selama 14 hari, membawa surat Penjelasan sehat, membawa 3 buah masker, membawa handsanitizer dan diantar oleh kendaraan pribadi. 


“Ada aturan yang wajib dilakuan misalnya karantina 14 hari di rumah. Dia wajib dalam keadaan sehat. Kemudian membawa surat kesehatan, minimal mempunyai masker 3 buah, mempunyai disinfektan,” terangnya. 

 

Ia memastikan, Pesantren Assalafie aman dari penyebaran Covid-19 sebab pencegahan telah ditingkatkan. Kecuali itu, keluar masuk ke pesantren amat dibatasi. Spesial bagi tamu, mereka tidak diperkenankan masuk ke pesantren. 

READ  Prihatin Stok Menipis, Ansor dan Banser di Bojonegoro Gelar Donor Darah - Aspiratif News


“Pesantren Assalafie secara geografis berbaur dengan perkampungan warga, tapi kita ada gerbang jadi mereka cuma menjalani kehidupan di dalam pesantren. Insyallah aman,” pungkasnya. 


Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Ialah perluasan dari Pesantren Pondok Gede Raudlatut Tholibin, terletak di Desa Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Pondok ini Ialah bagian pondok pesantren tertua di Indonesia, berdiri kisaran tahun 1127 H. / 1705 M. 


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Abdullah Alawi 

 

Protap Kesehatan Diperketat, Pesantren Assalafie Cirebon Mulai Mengaji – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *