Protokol Penyaluran Daging Kurban di Tengah Pandemi – Aspiratif News

Protokol Penyaluran Daging Kurban di Tengah Pandemi
Views: 971
Read Time:2 Minute, 13 Second

Protokol Penyaluran Daging Kurban di Tengah Pandemi – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Kecuali memberikan petunjuk atau protokol penyembelihan dan pemotongan haewan kurban, NU Care-LAZISNU juga memberikan imbauan protokol pendistribusian daging kurban. Tujuannya agar ummat Islam dapat menjalankan Idul Kurban dengan tetap menjalankan pencegahan Covid-19.

 

Dalam edaran yang dikeluarkan NU Care-LAZISNU disebutkan adanya kemungkinan risiko penyebaran Covid-19 ialah melalui pembungkus daging dan kerumunan waktu distribusi atau penyaluran daging kurban. Untuk itu, petugas penyaluran mesti mempersiapkan beberapa alat yaitu pelindung muka (face shield), masker kain, gel pembersih tangan (hand sanitizer), sarung tangan karet, thermal gun, tali rafia untuk batas antar petugas waktu distribusi, dan lakban untuk memberi tanda  jaga jarak 1 meter tiap titik antrian. 


Sementara itu, protokol yang mesti ditaati ialah, petugas penyembelih dan pemotongan mempergunakan pelindung muka face shield, masker kain dan sarung tangan. Dianjurkan pendistribusian daging kurban Dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik agar tidak terjadi kerumunan. Tetapi, jikalau pendistribusian secara langsung di tempat kurban, maka Dilakukan penyerasian jadwal antrian dengan pembagian waktu bergilir. 

READ  Renungan Tobat Ramadhan - Aspiratif News

 

Pembagian daging kurban dengan memberikan batas jarak 1 meter tiap titik antrian. Petugas Penting membikin akses 1 pintu dengan tali rafia, pembedaan pintu masuk dan pintu keluar, alur pergerakan 1 arah. Juga, penyediaan Fasilitas cuci tangan yang mudah diakses.


Kemudian, calon penerima daging kurban wajib mempergunakan masker selama di tempat pembagian daging kurban. Tiap-tiap orang yang masuk dan keluar wajib melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan/atau terlebih dahulu mempergunakan handsanitizer kandungan alkohol paling kurang 70 %.


Petugas juga diharuskan melakukan pengukuran suhu tubuh (screening) di saban pintu masuk tempat pembagian daging kurban dengan alat pengukur suhu tubuh oleh petugas dengan mempergunakan APD (masker atau faceshield). Tiap-tiap yang mempunyai suhu tubuh diatas 37,5 ℃, mempunyai gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dicegah masuk tempat pembagian daging kurban.

Peningkatan hitungan total haewan kurban

walau di tengah pandemi, penerimaan haewan kurban Idul Kurban 1441 H oleh NU Care-LAZISNU mengalami peningkatan. Ketua NU Care-LAZISNU H Achmad Sudrajat menerangkan sampai Rabu (29/7), hitungan total haewan kurban yang sanggup dihimpun LAZISNU mencapai 913 ekor. Sebanyak 795 haewan berupa kambing dan 118 haewan berupa sapi. Hitungan total tersebut berasal dari 1.048 orang/lembaga. Ajat memperkirakan hitungan total haewan kurban akan terus bertambah sampai Idul Kurban berakhir.

READ  Pengadilan Israel: Tahanan Palestina Tidak Berhak Melaksanakan Social Distancing - Aspiratif News

 

Haewan-hewan kurban ini telah disalurkan ke seluruh Nusantara dari Aceh sampai Papua. Tidak cuma itu, NU Care-LAZISNU juga menyalurkan haewan kurban ke 10 negara di duni, di antaranya Bosnia, Maroko, Tunisia, Mesir, Sudan, Rusia, Suriah, Pakistan, Malaysia, dan Bangladesh.

 

Pewarta: Kendi Setiawan

Editor: Alhafiz Kurniawan

 

Protokol Penyaluran Daging Kurban di Tengah Pandemi – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *