Pulang Wajib Bawa Ilmu Bukan Budaya – Aspiratif News

Kiai Said kepada WNI di Luar Negeri: Pulang Harus Bawa Ilmu Bukan Budaya
Views: 1599
Read Time:3 Minute, 7 Second

Pulang Wajib Bawa Ilmu Bukan Budaya – Aspiratif News

Jakarta, NU Online

Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj menekankan, penting bagi Penduduk Negara Indonesia (WNI) yang Ada di luar negeri mempunyai prinsip yang kuat bahwa ilmu pengetahuan dan bahkan pekerjaan dapat diperoleh di luar negeri, tetapi tidak mesti menyerap produk-produk budayanya. Sebab budaya Indonesia menurut dia jauh lebih baik daripada budaya-budaya yang ada di luar negeri. 


“Hal yang dikhawatirkan jika ada maha siswa atau siapa pun yang Ada di luar negeri lebih dari 3 tahun akan terpengaruh oleh lingkungan di sana, terpengaruh cara bertutur kata, cara berargumentasi, cara dialognya, cara dakwahnya,” ujar Kyai Said dalam acara Silaturahim NU Sedunia ke-19 yang dihelat secara virtual. Sabtu (25/7)


Sehingga, kata Kyai Said, waktu mereka pulang ke tanah air akan tertolak oleh warga sebab kalau budaya Timur Tengah atau gaya Arab dibawa ke Indonesia akan jadi masalah besar di tengah-tengah warga yang telah mempunyai karakter serta budaya khas yang tak sama dengan budaya luar negeri.

READ  Malaysia dan Brunei Putuskan Tunda Pemberangkatan jema'ah Haji 2020 - Aspiratif News


“Begitu pun dengan orang yang pulang dari Barat, jangan mentang-mentang telah S3 dari Amerika, Eropa mau mempengaruhi warga Indonesia dengan budaya Barat, hal itu akan tertolak,” katanya.


Untuk itu, sambungnya, silakan belajar di Timur Tengah atau di Barat tapi waktu pulang cuma membawa ilmunya tidak membawa budaya negaranya sebab warga nusantara telah hidup mapan dan terbentuk dengan pola pemikiran Islam ahlusunah wal jemaah ala Indonesia.


“Banyak saudara-saudara kita yang pulang dari Timur Tengah langsung menjelaskan ini bid`ah, ini musyrik, ini sesat bahkan ada yang membawa ajaran khilafah,”ungkap Kyai Said dalam acara yang mangangkat tema Penguatan Ukhuwah An-Nahdliyah di Tengah Covid-19 dan Ancaman Disintegrasi Bangsa Ke Perdamain Dunia.


Kyai Said menambahkan, begitu pun dengan orang yang baru pulang dari Barat jangan menganggap rendah budaya nusantara sekaligus membanggakan budaya Amerika atau Eropa, misalnya menjadikan bahasa Inggris jadi bahasa Inti Famili sampai keluarganya tidak mengerti bahasa apalagi budaya Indonesia.

READ  Lirik Teks Ya Rosulallah Ya Ahlal Wafa - Arab dan Latin - Warta Batavia


“Dapat bahasa Inggris bagus, tapi jangan melupakan bahasa Indonesia, yang paling bagus ialah lestarikan bahasa daerah, hormati dan gunakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing,” tandasnya.


Kyai asal Cirebon ini menerangkan, budaya Islam Nusantara mempunyai nilai lebih yang tidak ada dalam budaya luar negeri misalnya di Indonesia ada budaya halal bihalal, walimatul khitan, budaya silaturahim, budaya saling menghormati terlebih untuk Famili yang lebih tua dan untuk para guru.


“Di Indonesia, akan dinilai jelek kalau ada anak lewat di depan orang tua atau di depan kyai tanpa membungkukkan kepalanya, di Arab hal itu tidak apa-apa,”ujarnya.


Kecuali itu, di Indonesia ada budaya panggilan hormat untuk saudara yang lebih tua seperti kang, mas, abang, kakak dan sebagainya sementara di Arab hal itu tidak akan ditemukan sebab di sana kalau memanggil seseorang bahkan untuk saudara yang lebih tua biasanya dengan langsung menyebut namanya. 


“Di sana lewat di depan orang yang tengah sholat bahkan melangkahi kepala orang yang sholat telah biasa. Di Indonesia, orang yang tidak sholat pun tidak akan sampai hati melakukannya,”paparnya.

READ  Sayid Nasrallah Bersumpah Lanjutkan Perjuangan Qasem Soleimani untuk Pembebasan Quds - Aspiratif News


Dalam Peluang tersebut, Kyai Said Menegaskan perlunya mempertahankan karakter dan budaya nusantara sebab dengan begitu akan memperlihatkan eksistensi sebuah bangsa, misalnya Jepang dan China yang sukses masuk dalam barisan negara maju tetapi tetap memegang teguh dan bangga kepada budayanya.


“Di Jepang itu teknologinya telah modern tapi budayanya tetap terjaga, di China walaupun telah modern dan maju tapi ciri khas sehari-harinya tidak berubah, mereka tetap bangga dengan bahasanya, tulisannya dan pernak-perniknya,”paparnya.


Kecuali itu, di tengah bermacam masalah yang melanda ummat Islam, Kyai Said juga berpesan untuk para pengurus PCINU untuk mencoba menawarkan ide Islam Nusantara untuk dunia Islam selaku jalan keluar alternatif.


Kontributor: Aiz Luthfi

Editor: Syamsul Arifin

Pulang Harus Bawa Ilmu Bukan Budaya – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *