Pulihkan UMKM DKI, BI Beri Pelatihan dan Optimalkan Kredit – Aspiratif News

Pulihkan UMKM DKI, BI Beri Pelatihan dan Optimalkan Kredit - Warta Batavia
Views: 1188
Read Time:3 Minute, 31 Second

Pulihkan UMKM DKI, BI Beri Pelatihan dan Optimalkan Kredit – Aspiratif News

ADANYA dampak pada ekonomi Jakarta akibat covid-19 diamini oleh Kadiv Pengembangan Ekonomi BI Jakarta Djoko Raharto yang melihat adanya dampak negatif pada ‘supply stock’ dan ‘demand stock’ akibat aktifitas produksi yang berhenti secara otomatis dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghentikan pandemi covid-19.

“Otomatis pendapatan masarakat turun, konsumsi terdampak. Sedemikian juga investasi, dengan dunia usaha menunda melakukan investasi sampai kondisi normal. Lalu UMKM sungguh dampaknya itu tergantung usahanya. UMKM bagian pertanian untuk makanan jadi dampaknya lebih rendah karena mereka punya alternatif pemasaran digital. Sementara untuk kerajinan terdampak cukup berat padahal UMKM ini mempunyai cukup banyak hitungan total pekerja,” ucap Djoko dalam webinar bertema ‘Optimalisasi Kredit Usaha Mikro Untuk Pulihkan Ekonomi Jakarta’ yang digelar koordinatoriat awak media Balai Kota dan DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/7).

Baca juga: Pemprov DKI Kurangi Ongkos Sewa Kios PUMK

READ  Jend. Soleimani Paksa Israel Rubah Strategi Perang - Aspiratif News

Karenanya, respon untuk hal tersebut, kata Djoko, keputusan taktik yang dapat diambil pemerintah dalam jangka pendek ialah menyokong stimulus ekonomi agar dunia usaha dapat terkurangi dampaknya. Lalu, untuk jangka panjang, mesti ada pemulihan ekonomi, termasuk waktu ini PSBB transisi yang diinginkan dapat berjalan dengan lancar.

“Termasuk dengan memberikan pendanaan kredit, juga pelatihan pemasaran dan produksi bagi UMKM,” katanya.

Untuk pendanaan kredit bagi usaha oleh perbankan, ujar Djoko, mencapai Rp1.811 triliun dengan sebesar Rp149 trilun di antaranya disalurkan pada UMKM dan dari Rp149 triliun ini, untuk kredit mikro berjumlah Rp113 triliun atau nyaris 65%.

“Nasabah untuk UMKM di DKI itu ada 1.351.223 rekening dengan ada 878.301 rekening ini ialah nasabah mikro. walaupun banyak, dari sisi performa, nonperformance loan (NPL) mikro ini paling kecil cuma 2,1%. Jikalau total kredit NPL-nya 2,74%, UMKM 3,5%, untuk mikronya 2,1%. Jadi bagian ini cukup baik dalam performa pendanaan kredit,” ujar Djoko.

Bank DKI, selaku Bank Pembangunan Daerah (BPD), menerangkan dalam merespon covid-19 telah melakukan langkah-langkah antisipasi terkait dampak covid-19 untuk portofolio kredit yang dipunyai, mulai bulan Januari 2020 waktu Perkara covid-19 di Indonesia belum berpandemi.

READ  BCA Lakukan Penyesuaian Servis di Cabang

Waktu Maret, bersamaan dengan mulai merebaknya covid-19, Bank DKI membikin respon cepat untuk membikin peraturan perusahaan serta petunjuk Pelaksanaan tahapan stimulus bagi kredit sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2020 termasuk pada UMKM.

“Ke-1, kita melakukan quick check portofolio kredit yang kita miliki. Respons ke-2 kami melakukan pemetaan bagian yang terdampak menghitung eksposur risiko bagi industri yang amat terdampak covid, Ketiga, kami lakukan identifikasi per debitur berinteraksi menanyakan bagaimana dengan kondisi usahanya dan keluarganya, apakah aman dari pandemi. Ke-4, penyusunan skenario pelaksanaannya,” kata Pemimpin Grup Kredit UMKM Bank DKI Wahyudi Dwi Irawan. (OL-1)


Pulihkan UMKM DKI, BI Beri Pelatihan dan Optimalkan Kredit – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *