Putusan Pemerintah Saudi soal penyelenggaraan Terbatas Haji Perkuat Keputusan Menag RI – Aspiratif News

Views: 16
Read Time:2 Minute, 37 Second

Putusan Pemerintah Saudi soal penyelenggaraan Terbatas Haji Perkuat Keputusan Menag RI – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengumumkan secara legal penyelanggaraan ibadah haji 1441 H/ 2020 M tetap Dilaksanakan secara terbatas. Keputusan Pemerintah Arab Saudi ini berdampak juga pada Indonesia. Keputusan pembatasan haji ini tentu sebagai berita yang amat positif karena seirama dengan keputusan taktik yang sebelumnya diambil oleh Menteri Agama.


Sedemikian disampaikan Ketua Komnas Haji dan Umroh Mustolih Siradj di Jakarta, Rabu (24/6) pagi.


“Keputusan Pemerintah Arab Saudi jelas mempertegas keputusan Menteri Agama RI terkait penundaan misi haji Indonesia 2020,” kata Mustolih.


Keputusan Pemerintah Arab Saudi ini bahkan dapat jadi tambahan argumentasi bagi Pemerintah RI untuk mereka yang kecewa atas penundaan pengiriman jamaah haji Indonesia.


Keputusan Pemerintah Arab Saudi ini menguatkan keputusan Menteri Agama RI karena penundaan misi haji Indonesia 2020 sejalan dengan putusan negara tuan rumah (Arab Saudi) yang menutup pintu bagi negara luar termasuk Indonesia.

READ  Sosialisasi NU Care LAZIZNU, PWNU Jateng Canangkan 3 Hal Sambut 1 Abad NU


Pemerintah Indonesia lebih dahulu memutuskan untuk tidak menyampaikan jamaah haji melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 yang terbit pada tanggal 3 Juni.


walau seperti ini, pemerintah RI melalui perwakilannya (kedutaan, konjen dan Kantor Urusan Haji /KUH) di Arab Saudi tetap wajib bertanggung jawab untuk menjaga WNI di sana yang hendak menunaikan ibadah haji dengan memberikan edukasi dan servis agar ibadah yang mereka jalankan lancar, khusyuk, dan terhindar dari ancaman penularan Covid-19. 


Menurut Mustolih, gelaran haji tahun sekarang amat tidak sama dari tahun-tahun sebelumnya karena cuma akan Dilaksanakan secara terbatas untuk kalangan domestik tanpa melibatkan pengiriman jamaah dari negara luar karena mempertimbangkan keamanan jamaah di tengah bayang-bayang pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia yang belum kunjung reda.


“Aktifitas haji kali ini akan ditunaikan penerapan protokol kesehatan yang amat ketat menjaga keamanan dan kesehatan jamaah,” kata Mustolih.


Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tampaknya mengambil jalan tengah di tengah 2 kutub arus aspirasi ummat muslim dunia yang tetap ingin memotivasi haji tetap dihelat seperti biasa dan di sisi lain ada banyak negara pengirim jamaah haji yang sudah memutuskan tidak mengirimkan jamaahnya.

READ  Menkopolhukam Mahfud MD Menyebut Pendana Terorisme Ialah Teroris


Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akhirnya keputusan untuk tetap menyelenggarakan ibadah haji tapi cuma untuk kalangan dalam negeri. Warga negara asing yang boleh ikut ibadah haji hanyalah mereka yang sudah Ada di Arab Saudi.


Ia menambahkan, keputusan Pemerintah Arab Saudi tampaknya akan jadi pembuktian bagi negara tersebut apakah negara tersebut dalam waktu tidak lama dapat dikunjungi untuk kepentingan penyelenggaraan ibadah umroh pasca-musim haji nanti.


Jikalau penyelenggaraan haji yang terbatas ini berhasil, dalam arti tidak ada jamaah yang tertular Covid-19 atau setidaknya menekan secara signifikan penularan, kata Mustolih yang juga Guru besar UIN Jakarta, maka ke depan dapat saja Pemerintah Arab Saudi akan membuka negaranya untuk kepentingan ibadah umroh.


“Tetapi sebaliknya, bila nanti banyak jamaah haji yang terkena virus Covid-19, maka Pemerintah Arab Saudi wajib bekerja ekstra keras lagi untuk meyakinkan masyarakat dunia bahwa negera tersebut telah sungguh-sungguh aman dari Covid-19. alasannya, ritual haji kali ini akan memperoleh sorotan masyarakat dunia,” kata Mustolih.

READ  Gus Mus Komentari Aksi Razia Buku Marxisme dan Leninisme


Penulis: Alhafiz Kurniawan

Editor: Abdullah Alawi

Putusan Pemerintah Saudi soal Pelaksanaan Terbatas Haji Perkuat Keputusan Menag RI – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *