Radikalisme-dan-Intoleransi-Bangkitkan-Warga-Solo-Bersatu-Melawan-Secara-Damai.jpg

Radikalisme dan Intoleransi Bangkitkan Warga Solo Bersatu Melawan Secara Damai

Diposting pada

Radikalisme dan Intoleransi Bangkitkan Warga Solo Bersatu Lakukan Perlawanan Secara Damai

Warga Solo bangkit dan bersatu Bergabung dalam Barisan Solidaritas Masyarakat Surakarta Untuk Indonesia Damai (Bima Sakti). Mereka menggelar aksi damai di Bundaran Gladak, Solo, Jawa Tengah pada Minggu (30/8/2020).

dilansir dari 5news.co.id, para peserta aksi damai tersebut terdiri dari 78 elemen massa yang kebanyakan berasal dari PKL, pengemudi becak, pedagang pasar, ojek online dan masyarakat marginal, maha siswa, pelajar, ormas, paguyuban, budayawan serta seniman menyerukan 7 point himbauan damai. Himbauan tersebut pada intinya masarakat asli kota Solo berkeinginan kedamaian dan kondusifitas.

Baca juga : Anarkisme Laskar Takfiri di Pasar Kliwon Solo, GP Ansor Jateng Desak Polisi Tangkap Para Perusuh

Aksi damai tersebut dimanifersikan dengan kirab Bendera Sang Saka Merah Putih sekaligus budaya, yang ditujukan pada publik luas bahwa kota Solo Ada beranekaragam budaya dan amat konduktif. Mereka bergerak dengan diiringi musik tradisional Reog.

Inisiator Aksi Damai, Kusumo Putro menerangkan Solo semenjak dulu ialah kota yang damai, full toleransi dan saling menghormati dalam segala perbedaan dan keaneka-ragaman serta identik dengan budayanya.

Baca Juga :  Survei: Kinerja Jokowi Memuaskan 64,6 Persen Masyarakat Indonesia

“Kota yang unik dan mengedepankan sopan santun. Juga kota yang aman, nyaman, gotong royong, ayem tentrem dan berbudaya,” ujar Kusno, Minggu (30/8)/2020.

Baca juga : Kelompok Laskar di Solo Geruduk Acara “Midodareni”, Hancurkan Mobil dan Keroyok Tuan Rumah

Ia menjelaskan dengan tegas Solo wajib jadi ramah di mana masarakat saling hidup berdampingan tanpa ada rasa was-was dalam beraktifitas dan masyarakat kecilnya memperoleh tempat dalam mengais rejeki.

Kusno juga Mempublikasikan dirinya tidak akan tinggal diam jikalau kedamaian dan kondusifitas serta kerukunan antar masarakat Solo terkoyak gara-gara kian berkembangnya sikap radikal dan intoleran.

“Kami masarakat Solo setuju bersama-sama menjaga harga diri kota kami dengan segenap jiwa raga untuk kota Solo yang berbudaya dan bermartabat. Dan siap berkorban apapun untuk menjaga NKRI yang kami cintai,” lanjutnya.

baca juga : Perkara Penyerbuan di Pasar Kliwon, NU Soloraya Sokong Tindakan Tegas Polisi

Ke depan diinginkan agar masarakat Solo bersatu kembali pada Inti nilai budaya adi luhung warisan leluhur untuk mengimbangi dan mencegah radikalisme dan sikap intoleran. Maka ke depan Penting dibangun kembali kebudayaan dengan kearifan lokal. (ar/aspratif)

Baca Juga :  Demo Omnibus Law yang Didukung KAMI Rusuh, 8 Anggota KAMI Ditangkap

Radikalisme dan Intoleransi Bangkitkan Warga Solo Bersatu Melawan Secara Damai

Radikalisme dan Intoleransi Bangkitkan Warga Solo Bersatu Melawan Secara Damai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *