Ratusan Warga Jakarta Ikuti Rapid Test Gratis Satgas NU – Aspiratif News

Ratusan Warga Jakarta Ikuti Rapid Test Gratis Satgas NU
Views: 945
Read Time:1 Minute, 42 Second

Ratusan Warga Jakarta Ikuti Rapid Test Gratis Satgas NU – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

3 ratus masarakat DKI Jakarta ikut rapid test (tes cepat) gratis yang dihelat Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli Covid-19 bekerja sama dengan Kantor Pusat Pegadaian. Aktifitas berlangsung di Kantor PWNU DKI Jakarta, Utan Kayu, Jaktim, Rabu (15/7). 


Sekretaris Satgas NU Peduli Covid-19, Surotul Ilmiyah menerangkan, 3 ratusan masarakat DKI tersebut ialah penduduk dari bermacam daerah di DKI Jakarta yang mengakui tidak dapat tes cepat di RS karena biayanya yang mahal. 


Aktifitas itu, lanjut dia, dikerjakan untuk menekan angka positif Covid-19 di DKI Jakarta.  Kerja sama dikerjakan PBNU bersama-sama banyak instansi dalam rangka membantu penduduk yang kurang sanggup.  Dia berkeinginan apa yang dikerjakan Satgas NU Peduli dapat berdampak postif untuk memutus mata rantai Covid-19 di DKI Jakarta. 


“Kita tahu DKI Jakarta zona merah, jadi kita bantu. Mudah-mudahan semua yang dikerjakan memberikan dampak yang positif,” kata Ilmiyah. 

READ  Penampilan Khotmil Juz 'Amma Awali Acara ujung tertinggi Haul PP. KHAS Kempek Ke-30


Sementara itu, Senior Manajer Kantor Pusat Pegadaian, Astuti, menerangkan selain masarakat umum pihaknya mempriotaskan pegawai pegadaian ikut tes cepat. menurutnya, PBNU dan Kantor Pegadaian sengaja bekerja sama untuk membantu penduduk mengetahui kondisi kesehatannya.


“Kami bantu yang tidak sanggup, ini untuk kemanusiaan,” ujar Astuti. 


Untuk diketahui, rapid test sendiri Ialah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG. Antibodi tersebut diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. 


Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, penting diketahui pembentukan antibodi ini memerlukan waktu. Bahkan, dapat sampai beberapa minggu. Hal inilah yang dapat menyebabkan keakuratan dari rapid test cukup rendah.


“Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona (Covid-19). Kecuali itu, tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR),” pungkasnya. 

READ  Berdalih ISIS Sudah Melemah, Tentara AS Angkat Kaki dari Sebuah Pangkalan Angkatan bersenjata di Irak - Aspiratif News


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Musthofa Asrori

Ratusan Penduduk Jakarta Ikuti Rapid Test Gratis Satgas NU – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *