Sudan-Akhiri-30-Tahun-Pemerintahan-Islam-Demi-Redam-Konflik.jpg

Reformasi Besar-besaran di Sudan Mengakhiri 30 Tahun Pemerintahan Islam

Diposting pada

Reformasi Besar-besaran di Sudan Mengakhiri 30 Tahun Pemerintahan Islam

Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara, yang dipimpin oleh Abdel-Aziz Al-Hilu, dan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok menyepakati surat tekad bulat bareng pada hari Jumat (4/9/2020) lalu di ibukota Ethiopia, Addis Ababa.

Tekad bulat tersebut Menegaskan pada “Kewajiban” untuk menemukan “jalan penyelesaian politik yang komprehensif dan adil” untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di masa pemerintahan Omar Bashir.

Konstitusi Sudan “wajib didasarkan pada prinsip pemisahan agama dan negara,” tertulis di dalam pernyataan tekad bulat tersebut, mengakui permintaan lama dari faksi Al-Hilu yang sekuler. Sekaligus membuka pintu bagi Sudan jadi negara sekuler di masa yang akan datang.

Pemerintah transisi mengambil alih kekuasaan sesudah angkatan bersenjata menggulingkan Omar Hassan al-Bashir yang berkuasa selama 30 tahun pada April tahun lalu, menyusul aksi protes besar-besaran di jalanan. seusai itu, pemerintah transisi Sudan melaksanakan reformasi besar-besaran.

Reformasi Sudan yang mencengangkan dunia ialah dengan mencabut beberapa hukum syariat Islam. Beberapa reformasi yang dilaksanakan di antaranya meniadakan hukum cambuk, menghapus sunat wanita, hukuman mati bagi orang yang murtad dihapus, serta masyarakat non-Muslim diperbolehkan untuk mengonsumsi, mengimpor, dan memperjualbelikan minuman keras.

Baca Juga :  Di Tengah Hiruk-pikuk Deklarasi KAMI, Empat Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi

Kecuali itu, otoritas pemerintahan transisi akan memangkas pengeluaran bagian angkatan bersenjata yang menguras biaya 80 % dari anggaran nasional. (qa/ummatina)

Reformasi Besar-besaran di Sudan Mengakhiri 30 Tahun Pemerintahan Islam

Reformasi Besar-besaran di Sudan Mengakhiri 30 Tahun Pemerintahan Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *