rekon-696x392.jpg
Berita

Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI | The Truly Islam

Bareskrim menggelar rekonstruksi penembakan 6 anggota laskar FPI oleh anggota Polda Metro Jaya pada Senin, 14 Desember 2020 dini hari.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggelar rekonstruksi kasus penembakan 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari.

Ada empat tempat kejadian yang direkonstruksi oleh polisi terkait kasus tewasnya 6 Laskar FPI di 4 TKP, berikut beberapa poin penting:

1. Laskar FPI menggunakan senjata api dan senjata tajam saat menyerang petugas polisi. Saat diserang Laskar FPI, petugas polisi sudah memberikan tembakan peringatan ke atas dengan teriakan peringatan “Polisi, jangan bergerak!” tapi malah dibalas dengan tembakan dari Laskar FPI.

2. Telah terjadi tembak-menembak antara Laskar FPI dengan petugas polisi, Laskar FPI menembak polisi saat mobil mereka menghadang mobil polisi dan saat mobil mereka dikejar oleh polisi. Dalam babak ini 2 Laskar FPI terluka (yang duduk di kursi depan kiri dan kursi tengah kiri) yang kemudian tewas di tempat.

3. Empat (4) orang Laskar FPI yang ditangkap hidup-hidup yang hendak dibawa ke Polda Metro Jaya menyerang polisi di tengah jalan dan berusaha merampas senjata polisi. Karena itu polisi kemudian melakukan pembelaan. Polisi pun melakukan tindakan tegas dengan menembak 4 laskar FPI itu.

Baca Juga :  Ini Pembagian Aturan Zonasi PPKM Mikro Tingkat RT

Barang bukti yang disita dari Mobil Laskar FPI (Chevrolet Spin):

2 senjata api: 1 pucuk senpi di kursi sopir dengan 10 amunisi dan 1 pucuk senpi di bagian bangku tengah dengan 10 amunisi.

Samurai dan pedang di bangku tengah.

1 katapel, beberapa butir kelereng, 1 celurit, dan tongkat kayu.

https://news.detik.com/berita/d-5293884/begini-rekonstruksi-kasus-tewasnya-6-laskar-fpi-di-4-tkp/1

TKP 1
Jalan Internasional Karawang Barat, Dekat Bundaran Novotel

dua mobil laskar FPI yang diduga merupakan rombongan Habib Rizieq Shihab menghalangi mobil polisi. Mobil Avanza silver milik laskar FPI menabrak sisi kanan mobil petugas dan melarikan diri. Sementara, Mobil Chevrolet Spin menghadang mobil petugas.

Mobil Chevrolet Spin yang menghalangi mobil petugas tadi kemudian menepi dan 4 orang keluar dari mobil. Sebanyak 2 orang melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Keduanya memukul bagian kap mobil dan kaca.

Petugas memberikan tembakan peringatan ke atas. Dalam adegan tersebut, polisi turut memberikan teriakan peringatan. “Polisi, jangan bergerak!” ujar penyidik menirukan.

Mendengar tembakan itu, 4 anggota laskar FPI kembali masuk ke dalam mobil. Dari dalam mobil 2 orang menembakkan senjata api ke arah mobil polisi sebanyak tiga kali.

Baca Juga :  Survei SMRC Sebut Masyarakat Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

Secara bersamaan petugas dari mobil membalas menembak ke arah Chevrolet abu-abu milik pelaku. Setelah itu, mobil laskar FPI melarikan diri.

TKP 4
KM 51+200 Tol Jakarta-Cikampek

Dalam perjalanan, laskar FPI yang hendak dibawa ke Polda Metro menyerang polisi. Penyerangan itu disebut dilakukan dalam perjalanan dari Rest Area KM 50 hingga ke KM 51+200. Laskar FPI mencoba merebut senjata polisi.

“Dalam perjalanan tidak jauh jaraknya, dari KM 50 rest area sampai KM 51,2 terjadi penyerangan atau mencoba merebut senjata anggota. Terjadi percobaan untuk merebut senjata anggota dari pelaku yang ada dalam mobil,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian usai rekonstruksi.

Polisi kemudian melakukan pembelaan. Polisi pun melakukan tindakan tegas dengan menembak 4 laskar FPI itu.

“Di situlah terjadi upaya dari penyidik yang ada dalam mobil untuk melakukan tindakan pembelaan. Sehingga keempat pelaku dalam mobil mengalami tindakan tegas dan terukur dari anggota yang ada dalam mobil,” ungkapnya.

(Warta Batavia)

Baca Juga :  Israel dan Arab Teluk Bernegosiasi untuk Pembentukan Aliansi Keamanan dan Pertahanan

link sumber

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *