Rizieq-Muannas.jpg

Resmi Jadi Tersangka, Rizieq FPI Diberi Nasihat oleh Habib Muannas

Diposting pada

Pimpinan FPI Rizieq Shihab resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada Kamis (10/12/2020) dalam kasus kerumunan di Petamburan.

Penetapan Rizieq sebagai tersangka mendapat tanggapan dari Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid atau Habib Muannas.

Habib Muannas menasehati pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut agar bisa menempatkan diri sebagai warga Indonesia pada umumnya dalam menghadapi permasalahan ini.

“Tempatkan diri sebagai WNI, tanggalkan kehabibannya, tanggalkan keulamaanya, insyaAllah selesai tak ada korban-korban lagi, semoga antum & keluarga sehat semua diberi jalan sama Allah, diberikan taufik & hidayah. kita ini sama indonesia, sama muslim, rukun & damai, kapan lagi klo gak sekarang,” tulis Habib Muannas di akun Twitter @Habib Muannas_alaidid, pada Kamis, 10 Desember 2020.

Baca: Jadi Tersangka Kerumunan di Petamburan, Rizieq FPI Terancam Penjara 6 Tahun

Habib Muannas juga meminta Rizieq untuk segera penuhi panggilan dari Polda Metro Jaya agar tidak memperpanjang masalah.

“Afwan habib kalo ane boleh besaran, tolonglah antum sebaiknya penuhi panggilan biar umat tidak bingung khususnya yang mendukung dan masih mencintai antum, hindari ego semua demi kemaslahatan umat,” tuturnya.

Baca Juga :  Jokowi Sebut Indonesia Tidak Impor Beras 3 Tahun, Cek Faktanya

Baca: Alhamdulillah! Polisi Buru Penyebar Hoax ‘Chat Kapolda Metro soal Sikat Laskar HRS’

Padahal menurutnya usai Habib Rizieq minta maaf dan membayar denda, HRS seharusnya bisa penuhi panggilan tersebut.

“Kasus hukum antum ini sederhana hanya karena buat kerumunan, antum sudah minta maaf & bayar denda itu artinya antum akui bersalah. Maka ketika ada panggilan hukum sebaiknya dipenuhi aja, biar apa ? biar umat tidak diombang-ambingkan seperti hari ini,” kata Habib Muannas.

Habib Muannas berharap Habib Rizieq dapat mengesampingkan egonya.

“Mestinya jangan gitu kendalikan ego ya habibana. ini bkn melawan islam, karena dari Presiden, Menko Polhukam, Kapolri, Kapolda semua islam,” ucapnya.

Menurutnya ini soal mudah, tuntutannya pun maksimal hanya satu tahun penjara, dan itu pun hanya bisa terjadi jika nantinya Habib Rizieq terbukti bersalah.

“Jadi soal ini simple, antum dipanggil hukum, ikuti aja, tuntutannya maksimal hanya 1 (satu) tahun, itu pun kalau terbukti baru melaksanakan, tapi gak mungkin ditahan. saksi/orang yg diperiksa itu kan belum tentu bersalah, siapa tahu ada hikmahnya dibalik antum datang, apalagi tak membawa massa,” tuturnya.

Baca Juga :  UU Cipta Kerja, Menaker: Lindungi Pekerja dan Majukan Investasi

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga telah menaikkan status kerumunan di Petamburan Jakarta Pusat ke tingkat penyidikan, setelah polisi memeriksa mulai dari sekuriti hingga Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *