209f6d6f-d2a4-45cd-bb75-f98ed06730c5_169.jpeg

RI Mau Bikin Pembangkit Nuklir, Ini Lokasi yang Potensial

Diposting pada
209f6d6f d2a4 45cd bb75 f98ed06730c5 169 RI Mau Bangun PLTN, Ini Lokasi Potensial

Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang akan dibangun setelah tahun 2025. Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Pembangunan PLTN akan dilakukan setelah melakukan komunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Di sisi lain, telah dilakukan kajian terhadap lokasi penempatan PLTN itu sendiri, sejauh ini terdapat tiga lokasi yang berpotensi untuk dijadikan lokasi pembangunan PLTN.

Dalam catatan detikcom, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah banyak melakukan studi kelayakan pembangkit listrik tenaga nuklir di berbagai daerah. Padahal, hal itu sudah dilakukan sejak tahun 1990-an.

Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan menjelaskan, studi kelayakan pertama dilakukan pada tahun 1991-1996 oleh Batan. Lokasinya di semenanjung Gunung Muria, Pati, Jawa Tengah.

Dari situ kami mendapat tiga posisi potensial, Ujung Lemahabang, Ujung Genggrengan dan Ujungwatu. Ia kemungkinan besar mengatakan PLTN itu dibangun di kawasan Ujung Lemahabang.

Diperkirakan pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas 7.000 mega watt listrik dapat dibangun. Namun penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN kurang baik di tempat ini.

Baca Juga :  KKB Papua Sandera Pesawat Susi Air karena Tak Dapat Dana Desa

“Kami sudah melakukan studi kelayakan sejak 1990-an. Di Semenanjung Muria ada Ujung Lemahabang yang mampu mentransformasikan 7.000 megawatt listrik. Namun, aksesibilitas penerimaan masyarakat kurang baik,” jelas Anhar dalam pertemuan dengan VII. KPU DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Studi kelayakan selanjutnya dilakukan pada pertengahan tahun 2011-2013 di Provinsi Bangka Belitung. Studi tersebut dilakukan oleh Batan bekerja sama dengan PLN.

Studi kelayakan menunjukkan Bangka Barat bisa membangun PLTN berkapasitas 6.000 megawatt listrik dan Bangka Selatan 4.000 megawatt listrik.

Studi kelayakan terbaru dilakukan di Kalimantan Barat (Kalbar). Batan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan universitas Kalimantan Barat di daerah tersebut.

Kajian ini masuk dalam program prioritas riset nasional, yang akan dimulai pada 2020 dan berakhir pada 2024. Temuan terbaru, Anhar menyebutkan kawasan Pantai Gosong memiliki potensi besar untuk dibangun PLTN.

“Saat ini kita lakukan di Kalbar, ini masuk dalam program prioritas penelitian nasional. Ada beberapa calon yang disurvei, tampaknya kawasan Pantai Gosong layak. Kajian kita belum membuahkan hasil,” pungkasnya. Anhar menjelaskan.[detik.com]

Baca Juga :  Polri Ungkap 2 Pembuat Parodi Indonesia Raya: MDF di Cianjur dan NJ di Sabah

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *