ri-tenggelamkan-2-kapal-pencuri-ikan-berbendera-malaysia-ETbp9O86QU.jpg

RI Tenggelamkan 2 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia

Diposting pada

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kejaksaan Agung RI menghancurkan dua kapal berbendera Malaysia di pelabuhan perikanan laut Kotaraja Lampulo, Aceh.

Pemusnahan kapal penangkap ikan ilegal tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Aceh selaku pelaksana bekerja sama dengan KKP.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan perusakan kapal ilegal yang sudah mendapat putusan akhir dengan kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Konstitusi,” kata Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran KKP, Kamis (18/3/2021). Nugroho Aji.

Dia menjelaskan, dua kapal penangkap ikan asing ilegal (KIA) itu adalah KM. KHF 1980 (64,19 GT) dan KM. KHF 2598 (63,74 GT). Kedua KIA tersebut diawaki oleh awak kapal Thailand yang ditangkap di perairan ZEEI Selat Malaka oleh KP HIU 12 pada Februari 2019 lalu.

Kedua kapal tersebut menangkap ikan di perairan Indonesia dengan menggunakan perahu nelayan, katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Elan Suherlan mengapresiasi sinergi yang baik antara KKP dan Kejaksaan RI dalam pemberantasan illegal fishing, termasuk penegakan putusan, proses hukum terhadap kapal-kapal penangkap ikan ilegal.

Baca Juga :  Sambut Imlek, Menag Yaqut Bicara Pentingnya Ajaran Kebajikan Konghucu

“Sinergi yang baik antara KKP dan Kejaksaan Agung ini menjadi modal yang baik dalam pemberantasan illegal fishing,” kata Elan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Muhammad Yusuf menambahkan, pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara dibakar di areal pelabuhan perikanan Samudera Lampulo, sehingga posisinya akan dikosongkan, sehingga tidak ada potensi. Untuk mengganggu jangkar kolam.

“Selain bangkai kapal, barang bukti lain yang dimusnahkan, yakni pancing dengan jaring pukat, dua unit Global Positioning System (GPS), dua unit radio, kompas, dan booklet izin angkatan laut,” katanya.

Sebelumnya, 16 kapal pelaku illegal fishing juga mengalami kerusakan di Batam dan Belawan. Pemusnahan kapal illegal fishing yang dilakukan oleh KKP dan Kejaksaan akan terus berlanjut di beberapa lokasi, antara lain 10 kapal di Natuna, 4 kapal di Pontianak, 1 kapal Sebatik-Nunukan, 1 kapal Bitung, 3 kapal Merauke dan 1 kapal Batam.[okezone.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *