aher-696x418.jpg

Rizieq Sebut Aher PKS Beri Restu Markaz Syariah, Begini Bantahan Pemprov Jabar

Diposting pada
Aher Rizieq Sebut Aher PKS Beri Berkah Syariah Markaz, Ini Sanggahan Pemprov Jabar

Ahmad Heryawan (Aher), mantan Gubernur Jawa Barat, dinamai Rizieq Shihab atas rekomendasinya untuk membangun perguruan tinggi Islam agrokultural Markaz.

Namun, hal itu dibantah ahli tata ruang pertama di Badan Tata Ruang dan Tata Ruang (DBMPR) Jabar, Ardiles. Ia membenarkan bahwa belum pernah ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi terkait pembangunan Islamic Islamic Markaz College. Menurut Ardiles, Pemprov Jabar tidak berwenang memberikan rekomendasi pembangunan di luar kawasan Bandung Utara (KBU). Sebab, imbuhnya, kewenangan di luar KBU berada pada kewenangan masing-masing kabupaten / kota.

“Setahu saya, penerbitan IMB di Megamendung, Kabupaten Bogor bukan kewenangan Pemprov untuk memberikan rekomendasi. Kalau melihat beritanya, tanahnya juga milik PTPN VIII. Cakupan Pemprov untuk ‘IMB hanya untuk KBU saja. , ”kata Ardiles seperti dikutip detik.com, Rabu (21/4/2021).

Baca: Kavling Tanah PTPN, Rizieq mengaku mendapat restu Gubernur PKS

Sementara itu, Ahmad Heryawan tak bisa berkomentar banyak soal nama yang dikutip Habib Rizieq. “Saya minta klarifikasi ke Pemprov,” kata sosok yang akrab disapa Aher ini.

Baca Juga :  Babak Belur Digempur Ansarullah Yaman, Saudi Ajukan lagi Usulan Damai

Sebelumnya, Habib Rizieq menyebut Markaz Syariah didirikan pada 2013 dan telah mendapat rekomendasi dari para pemimpin daerah di daerahnya. Ia membenarkan bahwa perguruan tinggi tersebut memiliki izin.

“Kami sering menghubungi camat lama sebelum Anda bertugas di sana karena camat sedang bertugas pada tahun 2019 dan 2020, ada pandemi dan pesantren tidak bisa terhubung dengan camat. Anda baru menjadi camat,” katanya. Kata Rizieq.

“Kalau begitu saya perlu tahu camatnya, saya sudah minta diperiksa di kelurahan sejak kami berdiri, kami belum berani membangun pesantren tanpa izin camat, bahkan kami sudah punya. mendapat rekomendasi dari camat mantan bupati pak rahmat yasin dihadapan ibu ade yasin oleh gubernur ahmad heryawan jadi yang ingin saya sampaikan bukan pesantren itu tidak punya ijin tidak ada etika tidak ada rasa hormat untuk camat, “kata Rizieq.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *