RMINU Gresik Desak Pemkab Perhatikan Protokol Kesehatan di Pesantren – Aspiratif News

Views: 19
Read Time:2 Minute, 19 Second

RMINU Gresik Desak Pemkab Perhatikan Protokol Kesehatan di Pesantren – Aspiratif News

Gresik, Aspiratif News

Sejumlah pesantren telah menerima kembali para santri bakda libur panjuang akibat Corona. Pada waktu yang sama, Hadir pula santri baru yang butuh adaptasi dengan lingkungan yang ada.

 

Karena masih dalam ancaman merebaknya virus Covid-19, sejumlah servis yang menyokong bagi tidak tersebarnya virus mesti dikerjakan pesantren. Dan hal ini hendaknya juga jadi perhatian semua kalangan, termasuk pemerintah daerah.

 

Kondisi itulah yang disuarakan Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Gresik, Jawa Timur. Mereka  meminta pemerintah daerah setempat cepat memberikan perhatian bagi tersedianya sejumlah alat penyokong protokol kesehatan.

 

“sebelum ini, PC RMINU Gresik telah menggelar rapat koordinasi dan memutuskan masa kembalinya santri ditetapkan mulai 1 Juli 2020 sampai 31 Juli 2020,” kata Junaidi, Sabtu (4/7). 

 

Disampaikan Sekretaris PC RMINU Gresik ini bahwa lembaga yang menaungi sejumlah pesantren tersebut juga menggelar audiensi dengan DPRD dan Pemkab Gresik.

READ  Erdogan Minta Putin Kendalikan Ladang Minyak di Suriah

“Dalam audiensi RMI NU Gresik dengan Pemkab yang langsung dijumpai oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto Mempublikasikan siap memfasilitasi pondok pesantren dalam penerapan new normal,” ungkap Junaidi ke media ini. 

 

Dijelaskannya bahwa dari audiensi tersebut juga ada kesanggupan bupati akan menanggung ongkos rapid test dan mengakomodir seluruh keperluan penerapan protokol kesehatan di lingkungan pesantren. Termasuk memberikan alat thermo gun secara gratis.

 

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tetapi, sampai waktu ini sokongan belum juga turun. Bahkan, pemerintah terkesan ribet soal aturan,” keluhnya.

 

Ikhtiar lain dikerjakan dengan melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan. Tetapi respon yang muncul bahwa dinas setempat menerangkan mau memberikan sokongan cuma untuk santri yang dari luar daerah, padahal yang diinginkan pondok pesantren ialah santri secara keseluruhan. 

 

“Akibatnya, banyak pesantren yang belum dapat memberikan jadwal kehadiran santri karena menunggu kejelasan soal ini,” tegasnya. 

 

Termasuk yang dikerjakan PC RMINU Gresik ialah dengan melakukan komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah  atau BPBD. Cuma saja belum ada surat disposisi dari Pemkab Gresik. “Padahal BPBD sudah siap membantu sembako dan masker,” ungkap Gus Juned, sapaan akrabnya.

READ  Nazar Jalan Kaki dari Musi Rawas ke Jakarta, Banser Maskun Pulang Dikawal Polri

 

Disampaikannya, bahwa pihak pesantren mulai bertanya-tanya terkait sokongan rapid test dan alat pelindung diri serta kebutuhan bagi pemenuhan protokol kesehatan. Karena data terkait hitungan total pesantren telah lama diberikan.

 

Dan bila diperhatikan dari rapat kordinasi yang dikerjakan, maka sampai sekarang telah cukup waktu. Bahkan kesanggupan Pemkab Gresik terkait pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan sudah disampaikan ke sejumlah pihak, termasuk wali santri.

 

Karena itu, PC RMINU Gresik mendesak Pemkab menepati janjinya agar cepat merealisasikan sokongan bagi penanganan Covid-19 untuk pesantren waktu santri kembali.

 

“Kami mendesak Pemkab Gresik agar cepat merealisasikan sokongan untuk pesantren dalam mempersiapkan protokol kesehatan waktu masa kembalinya santri. Karena pondok pesantren dalam hal ini siap menegakkan protokol kesehatan dan menjalankan segala aturan,” pungkasnya.

 

Kontributor: Syafik Hoo

Editor: Ibnu Nawawi

 

RMINU Gresik Desak Pemkab Perhatikan Protokol Kesehatan di Pesantren – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *