Rp2,3 Triliun Ongkos Covid-19 untuk Pesantren Belum Cair – Aspiratif News

Rp2,3 Triliun Dana Covid-19 untuk Pesantren Belum Cair
Views: 2941
Read Time:2 Minute, 8 Second

Rp2,3 Triliun Ongkos Covid-19 untuk Pesantren Belum Cair – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Pemerintah mempersiapkan ongkos Rp2,3 triliun sebagai sokongan Covid-19 bagi lembaga pendidikan pondok pesantren. Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad menyebut bahwa hal tersebut akan disalurkan melalui Kementerian Agama.


“Pemerintah telah mempersiapkan ongkos Rp2,3 triliun melalui Kementerian Agama untuk membantu pesantren,” katanya dalam sebuah podcast yang diupload oleh Kanal Youtube Kantor Staf Presiden pada Rabu (15/7).


Oleh karena itu, KSP akan bersama-sama Kementerian Agama untuk memastikan sokongan tersebut dapat diterima oleh pesantren dan betul-betul dipakai untuk kepentingan berhadapan dengan wabah Covid-19.


Waktu dikonfirmasi, Rumadi menyebut bahwa ongkos tersebut belum cair karena masih dalam pembahasan Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan.


“Uangnya belum cair. Masih dalam proses pembahasan Kemenag dan Kemenkeu,” katanya pada Kamis (16/7).


Dalam siaran podcast tersebut, Rumadi menerangkan bahwa penduduk mengkhawatirkan pesantren akan jadi kluster baru penyebaran Covid-19. Karena kultur pesantren agak bertolak belakang dengan protokol kesehatan yang mesti dijalankan di dalam masa Covid-19 ini.

READ  Sifat Wujud: Membuktikan Keberadaan Tuhan - Aspiratif News


alasannya, Rumadi menyebut tradisi hidup santri yang komunal, bahkan peralatan makan yang dapat saling tertukar, makan bersama-sama, dan sebagainya. Terlebih waktu ini, sebagian pesantren telah menjalankan aktivitasnya.


Hal yang paling berat di masa seperti ini bagi pesantren, menurutnya, bukan cuma soal infrastrukturnya, tetapi merubah kultur kehidupanya itu.


“Ini tantangan yang amat berat bagi pesantren, di samping problem infrastruktur, misalnya ada ruang isolasi segala macam, pasti pesantren gak siap dengan problem itu,” ujarnya.


Apalagi sampai waktu ini, ongkos sokongan Covid-19 yang dijanjikan oleh pemerintah masih belum dapat juga disalurkan untuk pesantren yang berjumlah puluhan ribu itu.


Melihat sifat ongkos tersebut, Rumadi menerangkan dapat dipakai untuk hal-hal yang terkait dengan Covid-19, seperti masker, sanitasi tangan, dan infrastruktur untuk menunjang pembelajaran. Tetapi, sampai waktu ini, ia menyebut belum ada ketentuannya secara spesial.


“Jikalau penggunaannya belum ada ketentuan spesial,” ujar Ketua Lembaga Kajian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) itu.

READ  Tempat Wisata Mulai Dibuka Kembali - Aspiratif News


Rumadi juga menjelaskan dengan tegas bahwa mestinya ongkos tersebut dapat cepat cair. Tetapi sebagaimana disebutkan di atas, hal tersebut masih dalam pembahasan Kemenag dan Kemenkeu. “Seharusnya secepatnya,” tegasnya. 


Sementara itu, Aspiratif News sudah menghubungi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur yang beberapa hari lalu baru dilantik. Tetapi, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu sampai waktu ini belum merespons.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

Rp2,3 Triliun Biaya Covid-19 untuk Pesantren Belum Cair – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *