Rupiah Tembus Rp 14.500 per Dolar AS, BI: Itu Faktor Domestik – Aspiratif News

Views: 19
Read Time:1 Minute, 51 Second

Rupiah Tembus Rp 14.500 per Dolar AS, BI: Itu Faktor Domestik – Aspiratif News

Sumber: monitor.co.id

Jakarta, Aspiratif News— Nilai tukar rupiah untuk dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (3/7) pukul 10.00 WIB mengalami pelemahan sampai ke posisi Rp 14.545 per dolar AS. Rupiah melemah 167,5 poin atau 1,16 % dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah masih dapat stagnan di posisi Rp 14.305 per dolar AS. Akan tetapi, tidak lama rupiah langsung masuk ke zona merah di posisi Rp 14.500 per dolar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Waluyo menerangkan, depresiasi rupiah dipengaruhi oleh masalah-masalah domestik. Rupiah jadi bagian mata uang yang terpuruk di wilayah Asia.

Baca: Awal Minggu, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.277 per Dolar AS

“Misalnya ada second wave Covid-19, kemudian ada isu beredar dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) soal burden sharing (bagi-bagi beban) berakibat rupiah sampai pagi ini tertekan,” kata dia, Jumat (3/7).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mecatat, hitungan total pasien positif corona per 2 Juli 2020 mencapai 59.394 orang. Angka tersebut meningkat 2,81 % atau sebanyak 1.624 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Hitungan total 1.624 dalam sehari Ialah rekor tertinggi semenjak Indonesia terserang virus corona ke-1 kali pada awal Maret. Hal ini mempertunjukkan peningkatan Perkara corona di Indonesia kian meroket.

Jika hitungan total Perkara positif corona kian meningkat, pemerintah tidak menutup kemungkinan akan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika seperti ini, maka roda ekonomi tidak akan bergerak.

Kecuali itu, pelaku pasar juga kuatir untuk skema pendanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam hal ini, BI akan menyerap obligasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai kepentingan tanpa bunga. Total kebutuhan pendanaannya mencapa Rp 397 triliun. Ongkos tersebut akan dipakai untuk membiayai program kesehatan, penjagaan sosial, dan sebagainya. (sh/kompas/cnbcindonesia)

 

 

 


Rupiah Tembus Rp 14.500 per Dolar AS, BI: Itu Faktor Domestik – Aspiratif News

READ  NU Care-LAZISNU Banyuwangi Kumpulkan Rp1,3 Miliar dan 852,81 Ton Beras - Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *