ahliibadahdaniblis.gif

Saat Abu Nawas, Berpura Pura Gila Mengelabuhi Utusan Raja

Diposting pada

Muslimoderat.net – Suatu hari beberapa utusan Sultan Harun Al-Rasyid datang mengunjungi Abu Nawas. Istana menginginkan Abu Nawas hadir untuk menanyakan mengapa dia menolak perintah raja ketika dia menjadi petugas Qadhi atau hakim istana.

“Halo Abu Nawas, Anda telah dipanggil oleh Sultan untuk menghadap istana,” kata Wazir, utusan Sultan.

“Karena sultan memanggilku, aku tidak membutuhkannya,” jawab Abu Nawas enteng.

“Halo Abu Nawas, kamu tidak bisa memberitahu rajamu,” kata sang Wazir.

“Hai wazir, jangan banyak bicara. Cepat ambil kuda ini dan mandikan di sungai biar bersih dan segar,” kata Abu Nawas sambil menyerahkan pohon pisang yang dijadikan kuda. Hal ini dilakukan Abu Nawas karena dianggap gila sehingga raja tidak pernah memaksanya menjadi Qadhi.

Wazir hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Abu Nawas. “Abu Nawas, tidakkah kamu ingin menghadapi Sultan?” tanya sang Wazir.

“Katakan pada rajamu, aku sudah tahu jadi aku tidak mau,” kata Abu Nawas.

“Apa yang Anda maksud dengan Abu Nawas?” tanya wazir penasaran.

Baca Juga :  Quraish Shihab: Orang yang Melakukan Teror Mati Kafir

“Sudah pergi, beritahu rajamu”,

Abu Nawas segera menggaruk debu tersebut dan melemparkannya ke wazir dan teman-temannya. Wazir segera meninggalkan halaman rumah Abu Nawas. Mereka mencela kondisi gila Abu Nawas kepada Sultan Harun Al-Rasyid. Tapi dengan marah Sultan berkata:

“Kalian semua bodoh, membawa Abu Nawas ke sini tidak becus! Ayo kita kembali ke sana ke rumah Abu Nawas, bawa dia ke sini dengan sukarela atau terpaksa!” (Fathoni)

Sumber; Warta Batavia

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *