Safari Ranting, Cara NU di Sumenep Perkuat Jamiyah dan Aswaja – Aspiratif News

Views: 24
Read Time:3 Minute, 34 Second

Safari Ranting, Cara NU di Sumenep Perkuat Jamiyah dan Aswaja – Aspiratif News

 ​​​​​​Sumenep, Aspiratif News 

Untuk membangun silaturahim dan penguatan kepengurusan Nahdlatul Ulama di tingkat desa, cara paling efektif di antaranya menggelar safari. Memastikan bahwa struktur jamiyah tertata dengan baik, seperti ini pula amaliyah di akar rumput terjaga sesuai panduan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah.

 

Antusias itu juga yang mengemuka yang ditunaikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan Sumenep, Jawa Timur yang menggelar safari ranting. Kali ini yang dipanggil ialah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pragaan Daya 2 dan dipusatkan di kediaman Ustadz Sa’adi.

 

Pada Kesempatan tersebut kiai Hambali Makhtum selaku pemandu acara mengenalkan pengurus harian, baik dari barisan mustasyar, syuriyah, dan tanfidziyah.

 

“Maksud kehadiran kami bukan sekadar memperkenalkan diri dan beberapa program tahunan serta bulanannya, tetapi ingin melakukan pembinaan dan menghidupkan aktifitas ranting,” kata Sekretaris MWCNU Pragaan ini ke Aspiratif News, Ahad (28/6). 

 

Dalam pandangannya, ciri ranting yang hidup ialah pengurusnya komprehensif, seperti ini pula perkumpulan diselenggarakan secara rutin atau istikamah.

 

Dikonfirmasi media ini, KH Zakraksyi Abdurrahim menerangkan bahwa bagian Inti didirikannya NU ialah menjaga amaliah Aswaja an-Nahdliyah.

READ  Luar Biasa! Ini Nahkoda dan Jurumudi NU dari Masa Ke Masa - Warta Batavia

 

“Penting diingat, poin penting didirikannya NU ialah jamaahnya selalu bertahlil. Artinya Nahdliyin atau warga NU tidak lupa senantiasa menjalankan tahlil sesuai dengan yang diinginkan para muassis NU,” ungkap Rais MWCNU Pragaan tersebut.

 

Putra almaghfurlah KH Abdurrahim ini Menegaskan bahwa NU ialah organisasi besar dan kokoh sampai waktu ini. Bahkan diibaratkan  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai pohon besarnya, sedangkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) sebagai batang pohon yang besar. 

 

“Untuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU saya ibaratkan cabang dari batang-batangnya yang kemudian dibantu wakil-wakil cabang di tiap-tiap kecamatan. Wakil-wakil tersebut dibantu juga oleh ranting-ranting yang Ada di tiap-tiap desa,” jelasnya. Bahwa pohon yang besar itu ialah syajaratun thayyibah yang sanggup memberikan petunjuk ke segenap ummat Islam dan menjunjung agama Allah atau li i’lai kalimatillah, lanjutnya.

 

Adapun KH Ahmad Junaidi Muarif selaku Ketua MWCNU Pragaan memberikan pesan untuk selalu menghidupkan bermacam aktifitas ranting dan selalu di garda terdepan dalam membantu masarakat. 

 

“Sesibuk apa pun aktivitas anggota, usahakan aktifitas ranting wajib tetap dijalankan sesuai schedulle atau hasil rapat kerja,” ingin KH Ahmad Junaidi Muarif. 

READ  FPI Belum Bersedia Lapor Aktifitas ke Kemendagri, Ada Apa?

 

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Ihsan tersebut menganjurkan ke segenap pengurus untuk mengupayakan Hadir ke acara bulanan atau aktifitas rutin baik kompolan maupun lailatul ijtima’. 

 

Respons positif juga disampaikan PRNU waktu sejumlah pengurus di tingkat MWCNU berkenan untuk Hadir dan menyapa. Karena hal tersebut Ialah nilai lebih bagi kepengurusan di tingkat bawah untuk ghirah dalam berkhidmah.

 

“Manakala aktifitas ranting dirawuhi MWCNU Pragaan, kami amat suka. Karena jika terus Dikerjakan, maka akan terus terjalin hubungan silaturahim yang makin kokoh,” kata KH Atrawi. 

 

Rais Ranting NU Pragaan Daya 2 tersebut berkeinginan, pengembangan aktifitas ranting ke depannya lebih diperhatikan agar kegiatannya dapat memperoleh masukan dari pengurus MWCNU Pragaan. 

 

Hal senada juga disampaikan kiai Munjiyah selaku Ketua Ranting NU Pragaan Daya 2. Bahwa berjalannya aktifitas ranting ditopang oleh kontrol baik dari barisan pengurus MWCNU Pragaan. 

 

“Kami merasa bangga ke pengurus harian MWCNU Pragaan di periode kali ini. Semuanya 1 komando dan membuktikan ke khalayak bahwa rating NU Pragaan bersaing dengan MWCNU lainnya,” ungkapnya. 

 

Dirinya menerangkan ke pengurus MWCNU Pragaan bahwa roda perjalanan organisasi tidak menemukan halangan yang signifikan. Yang sering muncul ke permukaan cuma pasang surutnya tingkat kehadiran anggota yang sesekali ada udzur syar’i sehingga mengurangi tingkat kehadirannya tiap-tiap bulannya. 

READ  Corona Jadi Pemicu Kita Lebih Dekat Allah - Aspiratif News

 

Ketua NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Pragaan, kiai Muhris Baharun juga Hadir pada acara tersebut juga memperkenalkan ke PRNU bahwa sebelumnya mengenal NU Peduli. Waktu ini sudah jadi bagian dalam kepengurusan LAZISNU Pragaan.. 

 

Tenaga pendidik Madrasah Darul Ihsan tersebut Menegaskan ke warga NU bahwa keberadaan NU Peduli ialah Ialah bagian tidak terpisahkan dalam tubuh LAZISNU atas amanah konferensi.

 

Safari ranting mempunyai rangkaian acara yang diawali dengan pembukaan dan pembacaan surat Yasin. Kala itu dipimpin kiai Fathorrahman Hasbullah yang menjabat sebagai Katib MWCNU Pragaan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dipimpin oleh kiai Jamali Salim yang menjabat sebagai Wakil Ketua MWCNU Pragaan. Mauidhah hasanah disampaikan KH Zarkasyi Abdurrahim selaku Rais MWCNU Pragaan dan ditutup oleh doa oleh KH A Junaidi Mu’arif selaku Ketua MWCNU Pragaan.

 

Kontributor: Firdausi

Editor: Ibnu Nawawi

 

Safari Ranting, Cara NU di Sumenep Perkuat Jamiyah dan Aswaja – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *