Safari Ranting NU Pragaan Sumenep Sarana Melecut Antusias Berjamiyah – Aspiratif News

Views: 21
Read Time:6 Minute, 45 Second

Safari Ranting NU Pragaan Sumenep Sarana Melecut Antusias Berjamiyah – Aspiratif News

Sumenep, Aspiratif News 

Banyak cara yang ditunaikan pengurus NU untuk menghidupkan aktifitas kemasyarakatan di tingkat desa agar jamiyah mudah dikenal masyarakat. 

 

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep mempunyai cara tersebudiri dalam menghidupkan aktifitas kemasyarakatan di tingkat desa. Yang ditunaikan ialah dengan menggelar safari ranting. Kali ini yang dipanggil ialah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sentol Laok, Selasa (30/6).

 

KH Ahmad Junaidi Mu’arif selaku Ketua MWCNU Pragaan menerangkan ke anggota kompolan atau perkumpulan tahlilan Sentol Laok soal amanat yang diputuskan dalam konferensi.

 

“Ada beberapa amanat yang didampingi oleh peserta konferensi tahun lalu, di antara ialah penguatan PRNU. Sebesar apapun MWCNU-nya, tapi aktifitas rantingnya macet, bagi kurang artinya,” katanya waktu memberi pengarahan. 

 

Dirinya bersyukur bahwa PRNU Sentol Laok tetap menjalankan program yang pernah didirikan oleh pendahulunya ialah kompolan atau perkumpulan tahlilan.

 

“Saya percaya seyakin-yakinnya bahwa yang merintis aktifitas di Sentol Laok didasari dengan keikhlasan. Sebab jikalau tidak seperti ini, maka aktifitas bulanan tidak mungkin bertahan lama,” tegas tenaga pendidik di Al-Ihsan Jaddung tersebut. 

 

Mengingatkan Khidmah kiai As’ad

kiai Jamali Salim yang membina PRNU Karduluk dan Aeng Panas ini menceritakan pengalamannya waktu berjamiyah.

 

“Saya ikut NU tidak mempunyai kelebihan, kecerdasan, dan kealiman yang luar biasa. Rujukan saya cuma 1, percaya siapa tahu dengan membiasakan berkumpul atau meleburkan diri dengan ulama, dapat memperoleh cipratan berkah,” kata Wakil Ketua MWCNU Pragaan ini.

 

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut merefleksikan cerita pengembaraan almaghfurlah KH R As’ad Syamsul Arifin waktu diberi amanah oleh Syaikhana Cholil Bangkalan untuk mengantarkan tongkat dan tasbih ke Hadratus Syekh KHM Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang.

 

“Waktu membawa tongkat dan tasbih, ada yang menerangkan kiai As’ad Wali, orang gila, dan lain-lainnya. Padahal beliau tidak menampakkan kecerdasannya, kealimannya, tetapi tekad bulat beliau ialah takdhiman ke guru,” ungkapnya. 

 

Pembina Lembaga Bahtsul Masail (LBM) dan Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) ini menjelaskan dengan tegas bahwa cerita tersebut mengajarkan untuk selalu ikhlas waktu dicaci dan dipuji orang, sebagaimana dalam falsafahnya ‘Dicaci tidak akan tumbang, dipuji tidak akan terbang’.

READ  Ombudsman Ingin Tim Saber Pungutan liar Pelototi PPDB 2019

 

“Jikalau di masa KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur menjabat sebagai Presiden RI, banyak dari kalangan pemerintah mengakui NU karena waktu itu menjanjikan materi,” katanya. 

 

Waktu ini NU dicaci dari tiap-tiap penjuru arah. Bahkan sebagian ada yang kerdil atau tidak mau mengakui sebagai NU. Fenomena waktu ini sudah digambarkan waktu proses berdirinya NU atau waktu kiai As’ad mengantarkan tongkat dan tasbih atas perintah gurunya.

 

KH Asy’ari Khatib juga menerangkan 2 aktifitas NU yang lumrah digelar Ranting NU, ialah yang bersifat diniyah atau keagamaan dan ijtimaiyah atau kemasyarakatan. 

 

“sebagian besar yang terlaksana ialah aktifitas yang bersifat keagamaan seperti kompolan Ranting NU Sentol Laok yang di dalamnya Ada yasinan, tahlilan, shalawatan, bahkan Pelaksanaan shalat kusuf yang Dilaksanakan oleh Ranting NU Larangan Perreng waktu gerhana matahari,” ungkap pembina PRNU Larangan Perreng, Rombasan, dan Kaduara Timur ini.

 

 

Mengajak Kader Bergabung

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut memperkenalkan 3 lembaga yang dibina, ialah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam), Lembaga Ta’lif wan-Nasyr (LTN), dan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi).

 

“Kami berharap ke generasi muda dan sarjana di Desa Sentol Laok untuk Bergabung dan Hadir di forum Lakpesdam MWCNU yang sering digelar selama sebulan sekali,” ingin kiai Asy’ari, sapaannya. 

 

Dirinya menerangkan bahwa forum Lakpesdam NU membahas soal qanun asasi atau prinsip dasar yang diletakkan oleh KHM Hasyim Asy’ari yang mengajak untuk saling bersatu, bersaudara, menyantuni, dan kasih. 

 

“Terkadang pula Lakpesdam juga membahas problem yang paling banyak diperbincangkan oleh publik, khususnya di tingkat nasional,” imbuhnya.

 

Tidak lupa juga mengenalkan LTN ke anggota kompolan bahwa peran lembaga tersebut mengembangkan penulisan, penerjemahan, dan penerbitan secara cetak maupun online. 

 

“Malam ini kita dirawuhi oleh pers atau konstributor Aspiratif News yang tiap-tiap waktu selalu istikamah meliput bermacam aktifitas NU,” terangnya. Mulai dari tingkat PCNU, MWCNU, PRNU dan Anak Ranting NU. Berita tersebut dikirim ke dapur redaksi Aspiratif News dan Aspiratif News Jatim, lanjutnya.

 

Dirinya menjelaskan dengan tegas bahwa LTNNU tidak kalah pengabdiannya dengan lembaga lainnya, sebagaimana dalam maqalah ‘suatu waktu nanti tinta seorang penulis akan ditimbang sebagaimana darahnya para syuhada.

READ  Berqurban untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia

 

“Apa yang ditulis oleh LTN dan ditayangkan secara cetak maupun online Ialah bagian dari syiar yang disampaikan ke ummat Islam serta mempertunjukkan ke khalayak bahwa di Kecamatan Pragaan ada santrinya Mbah Kholil dan Mbah Hasyim,” imbuhnya. 

 

Seterusnya kiai Asy’ari juga mengenalkan Lesbumi NU yang mengembangkan kesenian dan kebudayaan masyarakat lokal. “Kami mengajak ke generasi muda untuk nimbrung di aktifitas Lesbumi yang mempertahankan kesenian hadrah, gambus, bahkan mamacan yang sering kali dipentaskan di acara bulanan dan hari-hari besar NU dan Islam,” ajaknya. 

 

Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah tersebut menerangkan bahwa mamacah atau macopat isinya full dengan renungan keislaman dan kaya dengan filosofi. Ajarannya sudah ada di kitab-kitab yang diajarkan di pesantren. “Bagi yang tidak ahli atau mendalami makna tembang mamacah, maka tidak akan memahaminya secara total,” jelasnya. 

 

Di akhir sambutan, dirinya memberikan motivasi ke PRNU Sentol Laok yang dipimpin oleh KH Rawatib Hasbullah.

 

“Aktifitas yang bersifat diniyah mestinya dikembangkan menjaga aktifitas yang bersangkutan ijtimaiyah atau sesekali ditambahkan dengan program kemasyarakatan untuk mengurangi beban Nahdliyin, seperti santunan anak yatim dan dluafa, baksos, sampai bedah rumah,” ujar pembina PRNU Larangan Perreng, Rombasan, dan Kaduara Timur tersebut. 

 

kiai Ach Subairi Karim juga mengenalkan lembaga binaannya, ialah Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU). Dirinya mengajak ke PRNU untuk menggerakkan kembali Koin NU.

 

“Sekadar pemberitahuan ke pengurus Ranting bahwa hasil Koin NU 60 % untuk Ranting dan 30 % untuk MWCNU-PCNU. Tujuannya ialah untuk menghidupkan aktifitas kemasyarakatan di Ranting, seperti santunan yatim dan dluafa,” urai pembina PRNU Jaddung, Pekamban Laok, dan Pekamban Daya tersebut.

 

Waktu ini Pengurus NU-Care LAZISNU MWCNU Pragaan fokus pada bedah rumah Sahami yang ada di Jaddung. “Tahap awal yang ditunaikan oleh pengurus LAZISNU ialah mengumpulkan bahan bangunan, seperti kayu, semen, batu dan semacamnya. Bahan tersebut tidak lain diambil dari uang Koin NU dan sumbangan dari relawan,” urai alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut. 

 

Dirinya mengutarakan bahwa bedah rumah tersebut bagian bagian dari gerakan stimulan. Maksudnya memotivasi ke masyarakat untuk memikirkan kondisi rumah para dluafa dan yatim. Dengan seperti ini gerakan ini dikatakan ‘untuk NU, untuk NU, oleh NU’

READ  Peter F Gontha 2018: Indonesia akan Jadi Negara Kuat dan Makmur

 

“Jikalau bedah rumah tersebut selesai dan layak huni, maka akan bergeser ke PRNU lainnya. Oleh karenanya, kami mengharap kekompakannya untuk merealisasikan amanat konferensi,” harapnya. 

 

Kecuali itu Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut mengajak ke anggota kompolan untuk berobat di klinik NU. “Kami akan meluruskan pandangan masyarakat bahwa tiap-tiap RS maupun klinik penanganan pasien ke-1 kali ditunaikan oleh tenaga perawat. Resep obat dan tindakan lainnya atas pertimbangan dokter. Jikalau ada warga NU yang ingin berobat ke klinik NU, ambulance siap menjemputnya secara gratis,” terangnya. 

 

KH Asnawi Sulaiman mengenalkan lembaga binaannya ialah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dan Lembaga Pengembangan Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPPNU).

 

“Saya memberikan Peluang ke warga NU untuk bekerja sama dengan swalayan NU yang menjual bermacam bahan pokok pangan. Lalu dikelola PRNU yang nantinya dapat dinikmati pengurus untuk memeratakan santunan yatim atau lainnya,” ajak pembina PRNU Pragaan Laok dan Prenduan ini. 

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut mengajak ke Nahdliyin yang notabene petani untuk mengelola pertanian secara modern. 

“Saya berharap di tiap-tiap PRNU untuk membikin tim untuk menyalurkan sokongan pupuk ke Nahdliyin. Bulan lalu LPPNU sudah melakukan panen jagung yang ditasarrufkan ke yatim dan dluafa. Kali ini menanam sayur langker yang sudah dipasarkan di pasar tradisional,” ungkapnya. 

 

Di akhir acara kiai Imam Sutaji selaku Wakil Ketua MWCNU Pragaan yang membina PRNU Sentol Laok mengajak untuk menjaga dan menjalin komunikasi dengan pengurus MWCNU untuk mencapai target jamiyah. 

 

“Berjamiyah mesti bersabar, karena kebangkitan diawali dari sesuatu yang kecil,” pungkas pembina Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama  ini.

 

KH Rawatib Hasbullah selaku Rais PRNU Sentol Laok berharap aktifitas Safari Ranting dipertahankan untuk mengontrol dan memberikan motivasi waktu kendor. “Kami suka jadi pelayan ulama, khususnya waktu berkumpul bareng dengan kiai-kiai kampung lainnya untuk memperkuat keimananku untuk membesarkan nama NU,” pungkasnya.

 

Kontributor: Firdausi

Editor: Ibnu Nawawi

Safari Ranting NU Pragaan Sumenep Fasilitas Melecut Antusias Berjamiyah – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *