menparekraf-sandiaga-uno-mengunjungi-nepal-van-java-2_169.jpeg

Sandiaga Kagum dengan Nepal Van Java: Ini Sangat Epic

Diposting pada

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku kagum dengan keindahan pemandangan alam Dusun Need, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang dikenal dengan nama Nepal Van Java. Sandi yang bermalam di Nepal Van Java pun bisa menikmati sunrise.

“Ini adalah pertunjukan yang benar-benar epik, yang kami kenal sebagai Nepal Van Java. Selain visinya yang epik, yang kami rasakan adalah suasananya yang luar biasa, suasana yang sangat eksotis, “kata Sandi kepada wartawan di Nepal Van Java, Kabupaten Magelang, Sabtu (3/3). / 4/2021).

Sandi mengatakan pengalamannya menginap di Griya Need dimana dia bisa menikmati sunrise. Mereka sebelumnya sudah diarahkan untuk menginap di Kota Magelang, namun akhirnya memilih menginap di Griya Need.

“Tadi malam ‘Saya tidur di sini (Kebutuhan Griya)’. Ini adalah hasil karya anak bangsa yang telah menjadikan desa tempat yang sangat instagrammable. Beberapa waktu lalu, saya melakukan webinar dengan Mbak Ika yang menjalankan Griya Need dan dia terpesona. Saya kagum melihat seperti apa pemandangan ini. Setelah diunggah ke Instagram, hampir 1 juta orang menontonnya, ”kata Sandi.

Baca Juga :  Risma ke Jajaran Kemensos: Kerja Benar untuk Surga, Bila Salah Dekat ke Neraka

Makanya saya langsung bilang “Saya mau kesini” dan kemarin saya putuskan untuk menginap. Saya disuruh menginap di Kota Magelang, tapi akhirnya dengan ijin kalian semua disini saya menginap dan secepatnya. Saya bangun pagi tanpa menyesal berada di sini karena pemandangan sunrise benar-benar luar biasa, ”kata Sandi.

Dalam kesempatan ini, Sandi mengatakan pemerintah telah melarang Idul Fitri pulang kampung dan terus mendukungnya. Untuk itu, pihaknya mengingatkan operator Nepal Van Java bahwa Need Village tetap akan siap bahkan setelahnya karena sudah pasti akan ada kunjungan wisatawan.

“Sekarang mudik sudah ditiadakan, keputusan pemerintah kita harus mendukung, tapi desa yang membutuhkannya harus siap. Kenapa harus ada kunjungan yang benar-benar luar biasa, penduduk kota Magelang, mungkin Semarang, siapa saya. Dia tidak bisa pulang, akhirnya dia datang mencari yang paling dekat. Sampai kita berpuas diri tidak boleh ada rombongan wisatawan. Karena wisata ini harus menjadi solusi, bukan masalah pandemi, ”kata Sandi.

Selain itu, Sandi juga berpesan kepada pengelola Nepal Van Java untuk mengatur digitalisasi baik aplikasi pembayaran, Instagram maupun rekreasi.

Baca Juga :  Masih Impor Pipa, Menko Luhut: Pertamina Ngawurnya Minta Ampun

Dalam webinar beberapa waktu lalu, ia juga mengkomunikasikan keberadaan infrastruktur jalan di Nepal Van Java. Namun, setelah menempuh perjalanan dari kantor Kecamatan Kaliangkrik menggunakan sepeda motor, Sandi mengetahui kondisi jalan yang ada.

“Saat webinar saya ngobrol dengan pak lilik (kadus butuh), mbak ika (pengelola kebutuhan griya), ada keinginan untuk memperlebar jalan, tapi setelah naik sepeda yang saya kira eksotik jalannya sudah cukup, tapi ketemu menjadi tenang. diperbaiki, “kata Sandiaga.

“Jangan berkembang karena khawatir jika lebih banyak bus yang datang ke sini mereka tidak akan menikmati hasilnya. Makanya saya usulkan ke Camat agar di bawah ini ada tempat parkir dan ada shuttle yang bekerjasama dengan struktur yang melibatkan masyarakat sekitar. Jalan perlu diperbaiki, drainase sudah diperbaiki. Sekarang jalan memiliki jaringan yang lebih kecil, “katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun Kebutuhan Lilik Setiyawan menambahkan, keberadaan Dusun Kebutuhaan kemungkinan karena letaknya yang berada di lereng pegunungan dengan terasering. Makanya, otomatis rumah warga beradaptasi dengan medan yang ada.

Baca Juga :  Bappenas: Sistem Bansos Akan Dirancang Ulang

“Dusun itu butuh sedikit sejarah, karena menunjukkan di atas karena lereng pegunungannya bertingkat-tingkat, maka tempat tinggal yang ada otomatis mengikuti medan yang ada. Sehingga tata letak rumahnya terbentuk seperti itu,” kata Lilik. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *