5fe73d4bbb1f6.jpeg

Sandiaga: Urat Pesimis Sudah Putus, Saya Optimis Banget

Diposting pada

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, dirinya optimis dalam mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Indonesia.

“Saya ini urat pesimis sudah putus. Saya optimis banget karena saya lihat sendiri dan juga berinteraksi dengan para pelaku usaha, masyarakat sektor formal dan informal bahwa mereka siap bangkit bersama,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam rapat virtual bersama para Kepala Dinas Pariwisata dari 34 provinsi di Indonesia yang bertajuk “Rapat Strategi Meraih Kepercayaan Wisman & Wisnus untuk Berkunjung ke Destinasi Pariwisata di Era Adaptasi Baru”, Sabtu (26/12/2020).

Hal tersebut Sandiaga tuturkan berdasarkan paparan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu B Tarunajaya.

Dalam kesempatan yang sama, Wisnu mengungkapkan bahwa perkembangan sertifikasi penerapan protokol kesehatan CHSE pada 2020 sudah mencapai target.

Adapun, tahun ini pihaknya menargetkan pelaksanaan sertifikasi CHSE pada 6.626 pelaku usaha industri pariwisata yang mana seluruhnya sudah terealisasikan.

“Jumlah stiker sudah dicetak 5.688 di kasir, di pintu-pintu homestay, tempat terbuka yang terlihat,” ujar Wisnu.

Baca Juga :  Menag: Belakangan Ini Kita Rasakan Ada yang Giring Agama Jadi Norma Konflik

Dia menyebutkan, adanya stiker sertifikasi CHSE menunjukkan kepada wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) informasi yang mereka butuhkan terkait penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata di Indonesia.

Selain itu, stiker sertifikasi CHSE merupakan penanda yang sah sebuah tempat telah tersertifikasi dan aman untuk dikunjungi.

Delapan sektor usaha pariwisata yang wajib memiliki dan menempel stiker tersebut adalah hotel, restoran, pondok wisata, daya tarik wisata, desa wisata, arung jeram, wisata golf, dan wisata selam.

Peran jaket biru Sandiaga dalam optimismenya

Selain mengungkapkan perasaannya yang sangat optimis, Sandiaga juga menceritakan soal filosofi di balik jaket biru yang dikenakan dalam rapat virtual tersebut.

“Jaket biru yang diberikan oleh pak Presiden kepada enam menteri baru, salah satunya saya. Ini simbol kerja keras,” katanya.

Sandiaga melanjutkan, warna biru pada jaketnya adalah simbol kerja cepat dan integritas. Tidak hanya filosofi di balik warna, bahan jaketnya pun memiliki arti tersendiri.

“Ini bentuknya jaket yang all weather, termasuk jaket hujan. Kita tetap kerja dalam situasi apa pun juga. Ini harus ingatkan kita untuk siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Baca Juga :  AS Bekukan Sementara Penjualan Senjata ke Saudi dan UEA

Tidak sampai di situ, Sandiaga bahkan menantang setiap daerah untuk membuat jaket seperti yang dikenakan dengan kearifan lokal masing-masing.

Hal tersebut dilakukan untuk membangkitkan ekonomi kreatif (ekraf( di daerah masing-masing. Dalam pembuatannya, setiap daerah bisa melibatkan para usahawan dan pegiat ekraf lokal.

“Jadi ada ciri-ciri di setiap daerah. Dibuat satu produk, mumpung lagi tren untuk bangkitkan ekraf di masing-masing daerah,” sambung Sandi. [kompas.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *