Sangkaan Serbuan Cyber Ke Fasilitas Nuklir Iran – Aspiratif News

Views: 24
Read Time:3 Minute, 18 Second

Sangkaan Serbuan Cyber Ke Fasilitas Nuklir Iran – Aspiratif News

Aspiratif News –  Iran Disangka memperoleh 3 serbuan cyber sekaligus dalam kurun waktu kurang dari 1 minggu, yang 1 di antaranya menyasar Fasilitas pengayaan uranium Natanz yang tentunya amat sensitif pada Kamis 2 Juli 2020.

Rincian Masalah akibat ledakan itu belum jelas, dan penyebabnyapun secara legal dinyatakan masih dirahasiakan. Akan tetapi, beberapa media menyebutkan adanya bocoran informasi Masalah serbuan cyber Israel, atau Sangkaan terjadinya pengacauan keamanan oleh anasir yang disponsori asing anti pemerintah Iran.

Iran tampak tidak menepis Sangkaan adanya semacam serbuan cyber yang disebut-sebut khususnya oleh media Israel, dan Mempublikasikan penyebabnya sudah diketahui akan tetapi masih Dilakukan pendalaman. Di pihak lain, para pejabat Israel juga memilih bungkam; tidak menepis dan tidak pula mengiyakan Sangkaan tersebut.

Baca: Problem Ledakan di Fasilitas Nuklir Iran, Israel Mengakui Lebih Baik Bungkam

Minggu lalu Amerika Serikat (AS) di Dewan Keamanan PBB melancarkan kampanye perpanjangan embargo senjata Iran yang akan berakhir pada musim gugur yang akan Hadir, akan tetapi kampanye itu ditentang oleh Rusia dan China yang sama-sama anggota tetap dewan tersebut. Keduanya mengancam akan menjatuhkan hak vetonya untuk mencegah resolusi apapun soal embargo senjata Iran.

READ  PP IPNU Launching Pedoman Masa Orientasi Pelajar 2020 - Aspiratif News

Utusan Spesial AS Brian Hook Minggu lalu Mempublikasikan bahwa Presiden AS bertekad akan memerangi Iran jika kecurigaan Iran memroduksi senjata nuklir terbukti. Bersamaan dengan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para pejabat Zionis Israel Israel lainnya menjelaskan dengan tegas mereka pantang membiarkan Iran mempunyai hulu ledak nuklir.

Sebagian besar pengamat menilai kemungkinan Trump menjelang pemilihan presiden AS akan memerangi Iran untuk mendongkrak kesempatannya untuk memenangi pemilihan presiden sesudah lawannya dari kubu Demokrat Joe Biden unggul 10 poin dalam jajak pandangan teranyar, sementara Trump juga dinilai gagal dalam menanggulangi pandemi Covid-19, dan terjadi pula peningkatan power ekonomi dan angkatan bersenjata China.

Di tengah kondisi seperti ini, mencuatnya Sangkaan adanya serbuan cyber atau sabotase langsung dari para antek musuh-musuh Iran di dalam negeri jadi Kemajuan baru yang sedikit banyak menimbulkan intimidasi bagi para pejabat Iran.

Baca: Iran Masih Rahasiakan Penyebab Kebakaran di Fasilitas Nuklirnya

Selama ini, serangan-serangan Israel ke posisi-posisi Pasukan Iran di Suriah, dan tindakan mematikan komandan prajurit Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) oleh AS tidak sampai memicu perang terbuka Iran melawan Israel dan AS. Sekarang, tidak tertutup kemungkinan Washington dan Tel Aviv melakukan provokasi baru agar Iran terpancing untuk memulai perang di waktu yang pas bagi kepentingan Trump dan Netanyahu.

READ  Ferrari Akhirnya Melepas Sebastian Vettel - Aspiratif News

Di waktu yang sama, AS dan Israel juga telah Mempublikasikan perang ekonomi ke sekutu Iran di Suriah melalui Undang-Undang Caesar dan di Libanon melalui penghancuran mata uang Pound Libanon, yang semua ditujukan untuk melaparkan rakyat Suriah dan Libanon agar lalu timbul kekacauan yang menjurus pada perang saudara, penggulingan pemerintah di 2 negara Arab ini, dan khususnya lagi perlucutan senjata kelompok pejuang Hizbullah.

Belum jelas bagaimana reaksi Iran atas serangan-serangan AS dan Israel tersebut; apakah Iran juga akan melancarkan serbuan cyber seperti yang pernah menimpa Fasilitas air dan irigasi Israel pada bulan lalu, yang lalu dibalas Israel dengan serbuan cyber ke pelabuhan Rajaei di Iran selatan, ataukah Iran akan menyerbu kapal-kapal AS di perairan Teluk Persia, atau juga dengan menggerakkan para sekutunya di Libanon, Irak, Jalur Gaza, dan Yaman.

Baca: Iran Ancam Serang Fasilitas Nuklir Israel

Yang jelas, kecil kemungkinan Iran tidak membalas jika sungguh ada kepastian telah terjadi serbuan AS dan Israel di wilayahnya, sebab membiarkan serbuan tanpa reaksi cuma akan mengundang serbuan lebih detail dari musuhnya, yang dapat jadi akan lebih fatal. Dan dalam hal ini Iran sudah mempunyai pengalaman yang cukup, yaitu waktu melaksanakan tembakan jatuh pesawat nirawak supercanggih AS di Teluk Persia dan merudal pangkalan angkatan bersenjata AS di Irak. (mm)

READ  Diposting Ulang, Felix Bohong Problem Tulisan “Polisi Jahat” Dihapus Instagram - Warta Batavia


Sangkaan Serbuan Cyber Kepada Sarana Nuklir Iran – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *