Saudi Buka Registrasi Haji Bagi Warga Asing secara Daring – Aspiratif News

Views: 864
Read Time:2 Minute, 31 Second

Saudi Buka Registrasi Haji Bagi Warga Asing secara Daring – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Dari Senin (6/7) lalu sampai Jumat (10/7) Pemerintah Arab Saudi telah membuka registrasi ibadah haji bagi warga asing yang Ada di Arab Saudi. Mereka telah menetapkan registrasi tersebut secara daring (online) melalui situs kementerian di https://localhaj.haj.gov.sa.


Pihak Arab Saudi juga menetapkan batasan usia. Warga asing yang diizinkan beribadah haji cuma yang berumur 20 sampai 65 tahun. Mereka juga mesti dinyatakan tidak mempunyai penyakit bawaan yang bersifat kronis, seperti jantung, paru-paru, diabetes, asma, dan lain-lain.


dikutip dari kantor berita Kerajaan Arab Saudi, Saudi Press Agency, pihak kerajaan juga membatasi kuota jamaah warga Saudi. Mereka yang diizinkan melakukan ibadah haji kemungkinan cuma mencapai 30 % dari hitungan total keseluruhan jamaah.


Adapun para tenaga medis dan keamanan yang baru sembuh dari Covid-19 diperkenankan menunaikan ibadah haji.

 

“Mereka yang sembuh tetap dapat menjalankan ibadah haji sesudah Dilakukan penyeleksian,” tulis Kementerian Haji dan Umroh dikutip dari, Saudi Press Agency.


Pemerintah Arab Saudi juga menetapkan bahwa seluruh calon jamaah haji wajib menjalani pemeriksaan virus corona sebelum diizinkan masuk Kota Makkah. setelah beribadah haji, mereka juga mesti menjalani karantina.

READ  Peringati Harlah Ke-86, GP Ansor Lampung Tengah Bagikan Sembako dan Masker - Aspiratif News


sebelum ini, keputusan Arab Saudi menggelar haji terbatas memetik bermacam tanggapan. Sebagian memuji langkah itu, tetapi pihak lainnya merilis kecewa karena Saudi tidak melakukan dialog dan menetapkan keputusan sepihak.


Di sisi lain, Perkara infeksi virus corona di Arab Saudi sampai waktu ini tercatat mencapai lebih dari 213.000 orang. Nyaris sebanyak 2.000 pasien di antaranya meninggal karena virus serupa SARS dan MERS ini.


Seperti diinformasikan sebelumnya, Saudi Gazette memberitahukan bahwa Pemerintah Arab Saudi secara legal mengeluarkan protokol yang wajib diikuti oleh jamaah haji tahun 2020 ini, termasuk melarang menyentuh Kakbah dan Hajar Aswad. Di sana akan dipasang penghalang untuk mencegah jemaah yang mencoba mendekati.


Penyelenggara juga nantinya mesti mengatur jamaah haji untuk mencegah penumpukan di tempat Tawaf di kisaran Ka’bah. Para jamaah diminta menjagai jarak setidaknya 1,5 meter.


Begitu juga tatkala melaksankan ritual Sai antara bukit Safa dan Kehormatan. Penyelenggara mesti mengatur jamaah berjalan ikut garis yang telah dibuat agar dapat menjaga jarak. Petugas dipastikan akan membersihkan tempat sebelum dan sesudah kelompok jamaah tiba.

READ  Kampus Mesti Aktif Tangkal Benih Radikalisme di Kalangan Maha siswa


Karpet-karpet di masjid tidak akan dipasang sehingga para jamaah mesti mempergunakan alas pribadi tatkala beribadah untuk mengurangi kemungkinan penyebaran infeksi. jema’ah juga tidak diizinkan makan di masjid.


Baik jamaah maupun pemandu semuanya mesti diperiksa suhu tubuh di saban tempat Pelaksanaan haji. Masker dan perlengkapan pelindung muka mesti selalu dipakai.


Sementara untuk di Wukuf Arafah dan mabit di Mina dan Muzdalifah, penyelenggara mesti memastikan tidak lebih dari 10 jamaah yang Ada di dalam tenda berukuran 50 meter persegi. Juga memastikan jarak 1,5 meter antar jamaah.


Untuk lontar jumrah, penyelenggara mesti mengatur tidak lebih dari 50 jamaah per kelompok yang masuk ke tempat. Dan batu kerikil yang dipakai mesti didesinfeksi lebih dahulu.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Saudi Buka Registrasi Haji Bagi Masyarakat Asing secara Daring – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *