Saya Tidak Takut Apapun Kecuali Hukum Allah

Jurnalis-Perancis-Tidak-Temukan-Islam-dalam-ISIS-1.jpg
Views: 546
Read Time:2 Minute, 32 Second

Saya Tidak Takut Apapun Kecuali Hukum Allah

16 Views


Read Time:2 Minute, 24 Second

Seorang sahabat saya bercerita, ada Sahabat fesbuknya mecatat ucapan kebencian untuk seorang ulama. Isinya caci maki. Tulisan caci maki itupun mengundang reaksi para pemuda Ansor.

Si penulis status negatif itu diperingatkan oleh member Ansor agar menghapus tulisannya. Dia Tidak mau, tetap merasa berhak mencaci si ulama sebab menurut dia si ulama itu orang sesat dan munafik sebab dia anggap membela seorang Kristen. Adapun menurutnya Kristen itu kafir yang mesti diperangi.

Member Ansor yang lain Memperingatkan dia agar berhenti mencaci ulama dan meminta maaf. Si penulis status bergeming, tetap merasa benar dan yang salah ialah si ulama.

Tidak mempan dinasehati, seorang member Ansor yang lain lagi memberi ancaman: Tolong hapus tulisanmu, kalau tidak, akan kami laporkan ke polisi”.

Diancam begitu, si pemuda pengagum Habib Rizieq Shihab itu malah menantang: “Silakan laporkan polisi. Saya tidak takut. Polisi itu thoghut, menggunakan hukum buatan manusia. Hukum Indonesia itu fasiq. Saya cuma takut hukumnya Allah”.

READ  Mahfud MD Kunjungi Kopassus Akan Libatkan TNI Tangani Terorisme

Baca juga : Komentar pemain politik Partai ke Eletabilitas Anies Baswedan yang Down

Banyak yang gemes dengan sesumbarnya itu, tapi para member Ansor tetap tidak mengancam semisal akan memberi “hukuman adat” padanya.

Para member Ansor disertai beberapa angota IPNU kemudian mendatangi rumah si penulis status. Itu usaha terakhir memberi nasehat. Dengan dijumpai langsung diinginkan dia akan berhenti pongah. Ternyata tidak, tetap saja sombong dan menantang kian kencang.

“Silakan laporkan polisi sekarang juga kalau Anda semua tidak terima,” ucapnya congkak.

Bakda dari rumah si pemuda, para pemuda Ansor langsung ke kantor polisi untuk melapor. Polisi pun memproses laporan tersebut, dan pada hari selanjutnya polisi menyampaikan surat panggilan pemeriksaan untuk si pemuda terlapor.

Tidak seperti omongannya, si pemuda gemetar begitu memperoleh surat panggilan dari polisi. Dia ternyata takut Hadir ke kantor polisi. Istrinya pun menangis sebab menyaksikan suaminya begitu ketakutan akibat terbayang akan dipenjara.

Sore itu, si pemuda congkak yang Saat ini lututnya lemes itu kemudian membawa anak dan istrinya ke rumah ketua Ansor. Seraya menangis mengiba-iba dia meminta maaf dan meminta agar laporan itu dicabut.

READ  AS Cetak Sejarah Suram dengan 3 Juta Orang Positif Covid-19

“Mas, Pak, Kang. Tolong kasihani saya. Ini Famili saya akan menderita kalau saya dipenjara. Mohon maafkan saya, status saya telah saya hapus dan saya berjanji tidak akan mengulangi. Mohon cabut laporan ke polisi itu. Saya sungguh menyesal,” katanya seraya menekuk lutut tanpa menyerah.

Baca juga : Gus Dur : Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Sejatinya para pemuda Ansor gemes padanya. Ingin mereka meniru ujaran orang-orang GNPF MUI dan FPI: “Maafkan sih maafkan, tapi proses hukum jalan terus”. Atau bahkan menggerakkan massa untuk mendemo sampai 3 jilid.

Namun terang hal itu tidak akan dikerjakan. Sahabat-sahabat Ansor itu berlebihan lama digembleng ilmu hikmah oleh para kyai, sehingga hati mereka langsung luluh menyaksikan tangisan seorang perempuan dan anaknya. Kasihan pada istri dan si anak dari pemuda itu, maka dimaafkanlah sang penghina ulama.

Ketua Ansor kemudian memerintahkan agar mencabut laporan ke polisi. Polisi dinego agar tidak meneruskan Perkara tersebut.

Saya tertawa membayangkan seorang yang congkak seketika gemetar dipanggil polisi. Hahaha…..

READ  Eks PM Irak Menyebut Kemenangan atas ISIS Bukan sebab Sokongan AS, tapi sebab Sokongan Iran

Ichwan ND

Aku Tidak Takut Apapun Selain Hukum Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *