Seekor Ulat Berdzikir dalam Cerita Nabi Dawud AS

Kisah-Nabi-Dawud-dan-Seekor-Ulat-Berdzikir-e1592795972545.jpg
Views: 758
Read Time:1 Minute, 37 Second

Seekor Ulat Berdzikir dalam Cerita Nabi Dawud AS

2 Views


Read Time:1 Minute, 29 Second

Ini sepenggal Cerita Nabi Daud dan seekor Ulat yang berdzikir. Nabi Daud as terkenal selaku sosok teladan yang disiplin. Dia membagi waktu kesehariannya jadi 4 bagian. Yaitu untuk mengkaji ilmu bareng Bani Israil, untuk beribadah untuk Allah di mihrab, untuk pengadilan, dan untuk berkumpul bareng Famili.

Nabi Daud as juga dikenal selaku nabi dengan suaranya yang merdu. Kalau beliau tengah berdzikr atau tengah melantunkan Zabur, terkadang burung-burung dan gunung-gunung Ikut berdzikr pula bareng beliau. Suatu hari beliau tengah duduk di mushalla seraya menelaah Zabur, Mendadak kelihatan seekor ulat merah melintas di tanah.
Dal;am hatinnya, Nabi Dawud as berkata untuk dirinya sendiri, “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”

Ternyata Allah memberikan “izin” untuk ulat tersebut dapat berbicara dengan bahasa manusia, untuk menerangkan keberadaannya di dunia ini untuk Nabi Daud as.

Ulat tersebut berkata: “Wahai Nabiyallah.., apabila siang Hadir, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, sebanyak seribu kali. Dan kalau malam Hadir, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca: Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali.…”

READ  [Ngaji Gus Baha] Tips Agar Happy Berhadapan dengan Kematian - Warta Batavia

Nabi Daud terpana saking kagetnya dengan ujaran ulat tersebut. Sang ulat pun berkata lagi, “Lalu engkau, wahai Nabiyallah, apa yang akan engkau nasehatkan agar saya memperoleh faedah darimu…?”

Nabi Daud menyesal sudah meremehkan keberadaan ulat yang tampak remeh tersebut. Lalu Nabi Dawud menangis full rasa takut untuk Allah, bertobat meminta ampunan dan berserah diri untuk Allah.

Dari sekelumit cerita dalam cerita Nabi Dawud tersebut, kita dapat lebih mawas diri dan berusaha menanamkan nilai-nilai agama khususnya terkait akhlak kita. Kita juga mengambil pelajaran bahwa Islam Adalah agama yang toleran dan tidak pernah melihat rendah makhluk lain.

Dan segala sesuatu yang sudah diciptakan Allah pasti ada manfaatnya, walaupun cuma seekor ulat. (qa/ummatina)

Seekor Ulat Berdzikir dalam Kisah Nabi Dawud AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *