rekonstruksi-perkara-korupsi-bansos-3_169.jpeg

Sekjen-Dirjen Kemensos Akui Terima Sepeda Brompton!

Diposting pada

Sekjen Kementerian Sosial Hartono dan Dirjen Sosial dan Politik Pepen Nazarudin mengaku mendapat sepeda Brompton. Keduanya mengaku menerima sepeda dari salah satu tersangka korupsi kesejahteraan sosial Corona, Adi Wahyono, yang juga pejabat di Kementerian Sosial.

Awalnya, jaksa KPK menanyakan soal penggeledahan kantor Hartono dan Pepen. Jaksa belakangan membenarkan bahwa sepeda Brompton telah disita KPK.

“Ayah, apakah kamarmu digeledah dan sepeda Brompton disita?” tanya jaksa M Nur Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2011).

“Kami mendapat Brompton pada tanggal itu, supir Adi yang memulainya,” kata Hartono.

Hartono mengatakan, sepedanya saat ini di KPK. Dia mencontohkan, pasokan sepeda tidak ada kaitannya dengan kasus kesejahteraan Corona.

“Saya diminta kembalikan ke KPK. Nggak ada (terkait pekerjaan),” ujarnya.

Selain Hartono, Pepen juga mengaku menerima sepeda Brompton. Sama halnya dengan Hartono, sepeda pemberian Adi.

“Ya (diterima), (oleh) Pak Adi KPA,” kata Pepen.

Jaksa kemudian memastikan apakah mereka pernah menerima uang. Keduanya mengaku diberikan oleh Adi tapi, katanya, menolak.

Baca Juga :  Tolak Israel, Indonesia Bukan Bangsa Pengkhianat!

“Apakah Anda mendapatkan uang dari Adi Wahyono sebagai KPA Mahkota Bansos?” tanya jaksa KPK.

“Saya sudah beberapa kali ke sana, tapi tidak diterima,” kata Hartono.

“Aku menolak,” jawab Pepen datar.

Dalam kasus ini, Juliari Peter Batubara dan Kementerian Sosial Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso ditetapkan sebagai tersangka bansos Corona. Dalam persidangan ini, terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Keduanya dituduh menyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk. Jaksa penuntut mengatakan Harry telah membayar 1,28 miliar rupee untuk suap, sementara Ardian memberinya 1,95 miliar rupee.

Keduanya memberi suap agar Kementerian Sosial mau menamai perusahaan makanan pokok Corona itu. Mereka juga memberikan santunan sebesar Rp. 10.000 per paket kesejahteraan untuk Juliari, yang setiap kali mendapat proyek, uang ini disebut uang operasional.

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *