Selalu ada Hikmah di Balik Musibah, Berbaik Sangkalah pada Allah – Aspiratif News

Views: 13
Read Time:2 Minute, 26 Second

Selalu ada Hikmah di Balik Musibah, Berbaik Sangkalah pada Allah – Aspiratif News

Jombang, Aspiratif News

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) Mengingatkan bahwa segala yang diciptakan Allah Swt tidak bernilai sia-sia. Bahkan selalu ada hikmah dari saban bencana. Tinggal sekuat apa manusia dapat menggali hikmah yang terpendam di balik bencana tersebut.

 

Seperti kondisi wabah Covid-19 yang sampai hari ini belum juga mereda, jangan sampai membikin ummat Islam kehilangan kendali akal sehatnya. Semua yang terjadi di dunia tentu atas planning dan ketentuan Sang Maha Kuasa. Karenanya ummat Islam wajib bijak dan senantiasa mengedepankan prasangka baik (husnudzan).

 

“Marilah kita ambil hikmah dari musibah Covid-19 ini. Semua yang terjadi di dunia ini pasti ada hikmahnya,” katanya untuk Aspiratif News waktu dijumpai di ndalem kesepuhan Pesantren Tebuireng, Rabu (18/6).

 

Manusia lanjut Gus Kikin, sungguh cenderung mempunyai pemahaman yang bermacam tatkala melihat kejadian luar biasa di muka bumi ini. Terlebih kejadian itu lalu memberi efek pada ketidakstabilan bermacam bagian seperti ekonomi tidak stabil, runtuhnya tatanan sosial, sampai bahkan wajib menelan korban jiwa yang tidak sedikit, sebagaimana corona misalnya.

READ  Hindari Penyerobotan, Masjid NU Hendaknya Lebih Layani Ummat - Aspiratif News

 

Cara the best waktu menyikapi situasi ini ialah dengan mengembalikan seutuhnya untuk Allah Swt. Dialah Dzat yang menghendaki semua kejadian terjadi dan percaya bahwa di balik semua itu ada maksud yang sesungguhnya jauh lebih besar dibandingkan besarnya suatu kejadian.

 

“Tidak Penting berpikir negatif, kita wajib berpikir positif bahwa Covid-19 ialah ujian, agar kita lebih dapat mendekatkan diri untuk Allah Swt,” ucapnya.

 

Gus Kikin juga mengajak seluruh masarakat khususnya ummat Islam untuk menjadikan Covid-19 sebagai perantara yang efektif dalam menaikkan keimanan dan ketakwaan untuk Allah Swt.

 

Waktu ini manusia, imbuhnya, mempunyai waktu yang cukup longgar untuk berbenah diri dalam jalinan hubungan manusia sebagai hamba dengan Allah Swt sebagai Maha Pencipta segalanya. Waktu tersebut tidak boleh disia-siakan, apalagi dengan menambah sikap atau perilaku tercela yang bahkan makin merusak hubungan antara manusia dengan Allah.

 

“Ini Kesempatan kita untuk bermuhasabah. Kita berpikir lagi apa yang kurang dari kita dalam hal melaksanakan ibadah untuk Allah Swt,” ungkapnya.

READ  Tim Hukum Prabowo-Sandi Jelaskan Langkah Hukum Lanjutan ke MA

 

Ia mengungkapkan, setidaknya ada 2 dampak yang amat dinikmati masarakat akibat pandemi Covid-19 ini. Ke-1 ialah dampak kesehatan dan ke-2 ialah dampak ekonomi. dampak ke-2 inilah yang paling banyak dinikmati dan dijumpai di masarakat.

 

Menurut Gus Kikin, dampak-dampak ini ialah fakta yang tidak dapat dipungkiri dan tidak boleh sampai kehilangan pikiran sehat sehingga lupa akan kedudukan manusia sebagai hamba. Seharusnya masarakat menjadikan pandemi ini sebagai usaha menaikkan kualitas kehambaannya dengan cara berzikir, mendekatkan diri pada Allah, dan melakukan sikap-sikap terpuji lainnya. Manusia wajib sadar bahwa sebagai makhluk, ia selalu memerlukan penciptanya, Allah Swt.

 

“Tidak Penting keterlaluan memikirkan problem dunia, toh pandemi ini terjadi nyaris di seluruh dunia, semua orang pasti terdampak. Mari kita tingkatkan iman dan takwa kita untuk Allah Swt,” pungkasnya.

 

Pewarta: Syamsul Arifin

Editor: Muhammad Faizin

Senantiasa ada Hikmah di Balik Musibah, Berbaik Sangkalah pada Allah – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *