Selama Pembelajaran melalui Daring, Alumni Pesantren Ini Sediakan Wifi Gratis – Aspiratif News

Selama Pembelajaran melalui Daring, Alumni Pesantren Ini Sediakan Wifi Gratis
Views: 1008
Read Time:2 Minute, 21 Second

Selama Pembelajaran melalui Daring, Alumni Pesantren Ini Sediakan Wifi Gratis – Aspiratif News

Jombang, NU Online

Terbiasa dengan ajaran di pesantren yang peduli anak kecil, Rudi Negara, alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Jombang, Jawa Timur menyediakan wifi dan bimbingan belajar gratis untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Madrasah Aliyah (MA) di Jombang. 


Waktu di pesantren dulu, Rudi dipercaya jadi pengurus santri-santri juniornya. Apalagi Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang ditetapkan selaku project pilot pesantren ramah anak tingkat Provinsi Jawa Timur oleh Kementerian Pemberdayaan Wanita dan Penjagaan Anak.


Menurut dia lelaki yang tinggal di Sumobito, Kecamatan Sumobito, Jombang ini sedih menyaksikan banyak siswa-siswi yang kerepotan memperoleh kuota internet dalam belajar dalam jaringan (daring). 


“Banyak Jiran yang berkeluh kesah telah habis puluhan ribu rupiah untuk beli paket internet. Saya minta masyarakat Hadir ke warung saya, Warkop Anteng di belakang Alfamart Sumobito. Ada internet gratis, dapat buat belajar online,” katanya, Sabtu (25/7). 

READ  MPR dan PBNU Minta RUU HIP Diganti RUU BPIP - Aspiratif News


Alumni Universitas Pesantren Darul Ulum Peterongan ini menambahkan, selain problem kuota, orang tua juga dengan sendirinya wajib mempunyai handphone baru yang dapat mengakses internet.


Padahal dalam seminggu saja para orang tua wajib menyediakan kuota internet sekurangnya 10 GB, dan harga mulai dari Rp40.000. Karena belajar daring ditunaikan via aplikasi yang otomatis menguras kouta internet cukup banyak.


“Saya tidak dapat bantu banyak, untuk konsumsi nanti saya sediakan air putih. Jikalau ada rezeki banyak tidak sediakan makanan ringan untuk menambah antusias belajar. Terpenting masih punya niatan untuk belajar,” imbuh Rudi.


Laki-laki yang juga berprofesi selaku seorang guru ini mengklaim disambati oleh wali murid cukup banyak problem kuota internet. Alhasil, dari total 30 siswa per kelas kadang tidak sampai separuh yang datang dalam belajar online.


“Ada banyak siswa tidak datang waktu belajar daring, sebab orang tua tidak sanggup beli paketan internet,” tegasnya.


Rudi menambahkan, gagasan ini ia pilih sebab teringat pesan dari gurunya waktu di pesantren dulu agar menyayangi anak kecil. Jangan marah-marah pada anak kecil, sebab mereka pintar merecord lingkungan kisaran. Ini efek bahaya bila anak kecil dikerasin.

READ  kiai Said, Habib Luthfi, dan Jokowi Masuk Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia - Warta Batavia


Oleh sebab itu, Rudi juga memberikan jasa bimbingan belajar gratis ke siswa-siswi yang belajar di warkopnya. Terkhusus dalam mata pelajaran Bahasa Jawa, Agama, Penjaskes, dan Bahasa Indonesia. 


“Banyak orang tua pusing sama anaknya dan marah-marah problem belajar online. Ini tidak baik kata guru saya,” ujarnya.


Sementara itu, bagian siswi bernama Intan mengklaim suka ada Sarana wifi gratis ini. Bahkan orang tuanya Ikut menghantar ke tempat. Siswa kelas 5 Sekolah Dasar ini mengklaim amat terbantu sekali. Dalam sehari ia dapat berjam-jam di warkop milik Rudi.


“Tadi katanya bapaknya wajib pakai masker, kita bawa dari rumah. Alhamdulilah, orang tua suka dan saya juga tenang,” tandasnya.


Kontributor: Syarif Abdurrahman

Editor: Syamsul Arifin

Selama Pembelajaran melalui Daring, Alumni Pesantren Ini Sediakan Wifi Gratis – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *