Sidang-Rizieq-696x522.jpg

Sempat Diwarnai Ketegangan, Rizieq Shihab Akhirnya Didakwa 5 Pasal Sekaligus

Diposting pada
Tes virtual Rizieq Shihab (YouTube)

Sidang pembacaan dakwaan menghasut pelanggaran kebijakan restriksi sosial skala besar (PSBB) terhadap Rizieq Syihab berlangsung tegang.

Mantan pentolan FPI Rizieq Shihab dituding menghasut massa di Petamburan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut jaksa, Rizieq Shihab telah melanggar undang-undang karantina kesehatan. Tak tanggung-tanggung, Rizieq Shihab didakwa dengan lima pasal sekaligus.

Dia secara terpisah dituduh beberapa mantan presiden FPI. Yakni Ahmad Sobri Lubis, Haris Ubaidillah, Ali bin Alwi Alatas, Maman Suryadi dan Idrus.

“Melakukan perbuatan di muka umum, lisan atau tertulis, yang menghasut untuk melakukan tindak pidana karantina kesehatan berdasarkan Pasal 93 Undang-Undang Karantina Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 2018,” kata jaksa membacakan dakwaan tersebut kepada Jakarta Timur. Pengadilan Negeri.

Sidang Rizieq Shihab berlangsung menegangkan. Pasalnya, Rizieq Shihab menolak untuk tidak hadir secara langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Sudah kubilang satu jam yang lalu. Aku tidak mau bukti online. Titik,” kata Rizieq Shihab kepada jaksa yang menjemputnya di koridor ruang tahanan Bareskrim Mabes Polri.

Baca Juga :  Jokowi Perintahkan Mensos Risma-Kepala BNPB ke Lokasi Gempa Mamuju

Setelah berdiskusi singkat, Rizieq Shihab akhirnya dibawa ke kamar yang telah ditentukan untuknya. Ia pun mengaku pernah dipaksa dan dihina karena sikapnya tersebut.

“Saya didorong, saya tidak mau ikut. Bilang ke juri, saya tidak suka akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihina,” kata Rizieq Shihab.

“Ini hak asasi saya yang dijamin undang-undang,” lanjutnya.

Dalam kasusnya, Rizieq Shihab ditangkap dalam beberapa kasus. Yakni keramaian di Petamburan dan Megamendung serta kasus data swab test di RS UMMI Bogor.

Karena itulah, Rizieq Shihab dituduh banyak pasal. Yang berikut ini dituntut terhadapnya:

1. Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 UU Karantina Kesehatan Republik Indonesia (UU RI) 2018 nomor 6 juncto Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP, atau;
2. Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, atau;
3. Pasal 93 UU Karantina Kesehatan nomor 6 tahun 2018 juncto Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP, atau
4. Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular sesuai dengan Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP, dan
5. Pasal 82A ayat (1) jo 59 ayat (3) huruf c dan d undang-undang nomor 16 tahun 2017 terkait dengan penetapan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang nomor 2 tahun 2017 terkait dengan perubahan atas undang-undang nomor 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan dalam undang-undang juncto Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP juncto Pasal 10 huruf b KUHP juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Baca Juga :  Trump Tak Hadiri Pelantikan, Cederai 150 Tahun Tradisi Suksesi Damai

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *