1606720322_331_Berita-Gambar-Detail-Informasi-Pembunuhan-Fakhrizadeh-Telah-Bocor.jpg

Senjata Yang Digunakan dalam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Dipastikan Milik NATO

Diposting pada

Teheran, Warta Batavia –    Sekretaris Dewan Kemaslahatan Negara Iran Mohsen Rezaei menyatakan bahwa senjata yang digunakan untuk menghabisi ilmuwan nuklir negara ini, Mohsen Fakhrizadeh, adalah milik Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Rezaei menginformasikan temuan fakta tersebut berdasarkan laporan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Bagheri yang disampaikan kepada dewan tersebut pada hari Rabu (9/12/2020).

“Mayjen Bagheri hari ini menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, organisasi-organisasi teroris telah berulang kali mencoba membunuh Dr. Fakhrizadeh dan upaya mereka digagalkan, tapi kali ini dengan menggunakan teknologi canggih dan melalui laser dan senjata pintar yang dikendalikan oleh satelit, mereka berhasil melakukan operasi (pembunuhan) itu,” ujar Mohsen Rezaei.

Rezaei menyebutkan bahwa menurut laporan Bagheri, senjata itu dilengkapi peredam suara sehingga keluarga Fakhrizadeh tidak bisa mendengar suara tembakan.

“Mayjen Bagheri mengatakan bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh Syahid Mohsen Fakhrizadeh adalah milik NATO,” lanjutnya.

Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Ali Fadavi pada Ahad lalu mengatakan bahwa dalam peristiwa itu Fakhrizadeh  dikawal oleh 11 personil, dan sebuah mobil di tempat kejadian telah diledakkan dengan tujuan menghabisi para pengawal tersebut.

Baca Juga :  Terungkap! Terduga Teroris Condet Ternyata Pernah Datang ke Sidang Rizieq, Ini Fotonya!

Dia menyebutkan bahwa musuh telah mengerahkan kecerdasan artifisial dan senapan mesin otomatis yang dikendalikan oleh satelit.

“Senapan mesin itu dilengkapi dengan kecerdasan artifisial untuk membidik Martir Fakhrizadeh,” ungkapnya.

Menurutnya, senapan otomatis itu memiliki kamera canggih dan menembak 13 kali, tanpa ada elemen teroris di tempat kejadian.

“Senapan itu difokuskan hanya pada Syahid Fakhrizadeh, sedangkan istrinya tidak ditembak, meski jaraknya hanya beberapa sentimeter. Ketua tim pengawal juga ditembak empat kali karena menghempaskan diri ke arah Shahid Fakhrizadeh, dan tidak ada musuh di lokasi untuk menembak para pengawal,”terangnya.

Dia juga mengatakan bahwa Fakhrizadeh ditembak beberapa kali hingga mengalami pendarahan akibat cedera tulang belakang dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. (mm/mehr)

Baca juga:

Tuding Israel Terlibat, Iran Identifikasi Para Perencana Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya

Iran Pastikan Perjanjian Nuklirnya Tak Dapat Dinegosiasikan Lagi

 

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *