Serdadu-Belanda-Bongkar-Pembunuhan-Disengaja-atas-Warga-Sipil-Afghanistan.jpg

Serdadu Belanda Bongkar Pembunuhan Disengaja atas Warga Sipil Afghanistan

Diposting pada

Amsterdam,Warta Batavia-Sejumlah serdadu Belanda baru-baru ini menyatakan, Pasukan Belanda yang ditempatkan di Afghanistan tahun 2017 silam telah membunuh warga sipil atas perintah atas mereka.

Dilansir kantor berita Anadolu, serdadu veteran Belanda, Servie Holzken pada hari Rabu (23/12) mengatakan kepada harian lokal, Trouw, bahwa saat menembaki dua rumah di Provinsi Uruzgan, kemungkinan besar Pasukan Belanda telah membunuh warga sipil.

Menanggapi kabar ini, Kemenhan Belanda mengaku “sangat syok” dan akan memulai investigasi terkait berita ini.

Sebelum ini, Australia juga telah mengkonfirmasi bahwa tentaranya membunuh 39 warga sipil Afghanistan secara ilegal.

Laporan yang disusun secara diam-diam ini diinstruksikan oleh Komandan Tentara Australia, Angus Campbell pada tahun 2016. Dalam laporan ini disebutkan, Tentara Australia membunuh warga sipil Afghanistan yang tak bersenjata dengan senjata api atau menggorok leher mereka.

Laporan ini bahkan membeberkan bahwa sebagian serdadu Australia menjadikan kejahatan perang ini sebagai hal biasa. Para serdadu itu saling berlomba dalam membunuh dan melampiaskan haus darah mereka. Serdadu-serdadu Australia juga memperlakukan para tahanan secara tidak manusiawi.

Baca Juga :  Gatot Buka Suara soal Terima Bintang Mahaputera tapi Tak Hadir ke Istana

Sejumlah serdadu membicarakan pembunuhan-pembunuhan ini dengan bangga. Mereka juga berperan dalam menutup-nutupi kejahatan yang dilakukan sejak 2001 hingga 2015 tersebut.

Laporan ini menyebutkan, Kemenhan Australia tidak becus dalam mengungkap skandal-skandal ini. Upaya para pembongkar skandal untuk melaporkan kejahatan-kejahatan ini dinilai masih belum memadai.

Di lain pihak, harian Sydney Morning Herald mengutip statemen dari seorang anggota Pasukan Khusus Australia, yang menyatakan bahwa tindakan Tentara Inggris dan AS di Afghanistan jauh lebih keji dari tindakan Tentara Australia. (af/alalam)

Baca Juga:

Invasi AS di Afghanistan Masuki Tahun Ke-20

Hubungan antara Kesepakatan Nuklir Iran dan Kapal Selam Nuklir AS

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *