Setelah-Drama-Panjang-Hakim-Akhirnya-Izinkan-HRS-Sidang-Offline.jpg

Setelah Drama Panjang, Hakim Akhirnya Izinkan HRS Sidang Offline

Diposting pada

Layar tersebut memperlihatkan suasana sidang pertama pelanggaran kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN), Jakarta, Selasa (16/3/2021). ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto / rwa.

Jakarta, Warta Batavia– Juri Pengadilan Negeri Jakarta Timur (Jaktim) yang terdiri dari Suparman Nyompa, Djohan Arifin, dan Agam Syarief Baharudin akhirnya mengizinkan terdakwa Rizieq Shihab atau HRS menghadiri sidang tatap muka (offline).

Dalam persidangan yang digelar Selasa (23/3/2021), Hakim Suparman menguatkan permintaan pemohon untuk sidang tatap muka dua kasus secara bersamaan. Pertama, kasus nomor 222 / Pid.B / 2021 / PN.Jkt.Tim terkait kasus massal di Petamburan, Jakarta Pusat. Kedua, kasus 226 / Pid.B / 2021 / PN.Jkt.Tim tentang kasus massal dan pelanggaran kebijakan kesehatan di Megamendung Bogor, Jawa Barat.

“Untuk menentukan, terima permohonan pemohon,” kata Hakim Suparman.

Dengan diterimanya petisi tersebut, HRS tidak akan lagi mengikuti persidangan virtual di Rutan Bareskrim pada persidangan selanjutnya. Anda bisa mengajukan langsung ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sesuai dengan perintah hakim.

“Dia memerintahkan jaksa untuk menghadirkan terdakwa kapan pun persidangan dijadwalkan,” tambah hakim.

Baca Juga :  RI Punya 3 Kawasan Industri Halal, Berikut Daftarnya

Laporan dari Kompas, Hakim mengeluarkan putusan ini setelah kuasa hukum HRS mengajukan surat permohonan kepada majelis hakim agar persidangan terhadap terdakwa dilakukan secara offline. Pengacara juga menyerahkan surat jaminan yang menjamin bahwa kehadiran terdakwa di persidangan tidak akan menimbulkan keramaian.

“Jika pemohon melanggar jaminan maka putusan (sidang offline) akan ditinjau kembali,” kata hakim.

Alasan mengapa HRS membutuhkan pengujian offline

Menurut informasi dari pengacara HRS Aziz Yanuar, alasan berlanjutnya permintaan investigasi offline adalah proses peradilan online tidak memberikan pembelaan yang maksimal.

Karena pertahanan kita tidak akan maksimal secara online, kata Aziz, Selasa (23/3/2021), seperti dikutip dari Reuters. Detikcom.

Selain masalah pertahanan, Aziz melaporkan bahwa ada gangguan dan gangguan selama uji coba online. Dia mengatakan itu terjadi baru-baru ini ketika persidangan berlangsung secara online.

“Ada banyak kebisingan dan masalah, kadang suara terputus dan ada juga gambar,” ujarnya.

Sehingga Aziz yakin debat di tes online juga memiliki kualitas yang berbeda dengan debat offline. Untuk itu ia mengapresiasi juri yang akhirnya mengizinkan HRS menjalani persidangan langsung di ruang sidang. (ra / kompas / detik)

Baca Juga :  Ketua KPK Firli Bahuri Bantah Penangkapan Edhy Prabowo Terkait Politik

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *