qadlashalat.jpg

Shalat Dhuha Sebagai Ampunan Dosa, Dan Manfaat Lainnya

Diposting pada

Muslimoderat.net – Sholat Duha merupakan salah satu sholat sunnah yang direkomendasikan. Ada banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits yang menekankan keutamaan shalat Duha. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan sebagai berikut.

ويسن الضحى لقوله تعالى “يسبحن بالعشي والإشراق” قال ابن عباس صلاة الإشراق صلاة الضحى. روي الشيخان عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: أوصاني خليلي بثلاث: صيامث

Artinya: “Sholat Duha diucapkan sesuai dengan firman Allah SWT, ‘Lakukan tasbih bersamanya pada sore dan pagi hari.’ Ibnu Abbas memaknai shalat Isyraq sebagai sholat Duha. Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa “Rasulullah memiliki tiga hal untukku: puasa tiga hari dalam sebulan, sholat dhuha dua raka’at dan witir sebelum berangkat tidur.”

Kehendak Nabi tidak hanya khusus untuk Abu Hurairah, tetapi berlaku untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW karena dalam hadits lain disebutkan bahwa shalat Duha memiliki banyak keutamaan dan hikmah. Di antara hikmah shalat Duha adalah sebagai berikut.

Baca Juga :  Istana Tepis RUU Pemilu Disetop untuk Gibran Maju Pilgub DKI 2024

Pengampunan dosa

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang terbiasa sholat dhuha akan diampuni dosanya oleh Allah SWT, padahal dosa tersebut sebesar buih di lautan. Rasulullah berkata berikut ini.

من حافظ 中 فعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

Artinya: “Barangsiapa yang memiliki kebiasaan (memelihara) shalat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun ada buih di lautan” (HR. At-Tirmidzi dan Ibn Majah).

Tidak dianggap sebagai orang yang lalai

Tentunya setiap orang tidak ingin dipandang sebagai orang yang lalai atau lalai dalam mencari rahmat Tuhan, salah satu cara agar tidak lalai adalah dengan melakukan shalat duha. Rasulullah berkata berikut ini.

من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

Artinya: “Orang yang shalat dhuha tidak dianggap lalai” (Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

Dhuha sebagai sedekah

Rasulullah berkata berikut ini.

يصبح كل سلامي من أحدكم ص وأمر بالمعروف صدقة ونهي عن المنكر صدقة ص ويجزئ عين ذلك رحن

Baca Juga :  Satgas: Siapa Pun yang Buat Rakyat Tak Percaya soal Vaksin, Kita Lawan

Artinya: “Setiap pagi ruas-ruas anggota tubuh harus disingkirkan dalam sedekah. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua ini bisa diganti dengan shalat dhuha karena rakaat”, (muslim).

Selain ketiga hikmah tersebut di atas, masih banyak hikmah dari shalat dhuha yang disebutkan dalam hadits Nabi. Sholat dhuha biasanya dilakukan saat matahari mulai terbit sebesar tombak, atau sekitar jam 7 pagi, hingga matahari terbenam. Minimal shalat dhuha raka’at terdiri dari dua raka’at dan yang terpenting dilakukan hingga delapan rakaat.

Sumber; Islam

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *