n7i2p5ytqb18pxnswzc0.jpg

Siapakah Pelaku Teror itu? Dialog dengan Seorang Mahasantri

Diposting pada
Ilustrasi teroris. (Foto: Thinkstock)

Dalam kesempatan belajar / mengaji, kemarin saya ucapkan di depan siswa seperti ini: ۢ “Rasa jijik dan fobia terhadap agama akan terus menyebar dan menyebar seiring dengan meningkatnya kekerasan dan kebrutalan oleh manusia tidak beradab atas nama agama “.

Seorang mahasantri bertanya: siapakah orang yang bertindak atas nama agama? Apakah dia religius atau tidak? Apa sajakah karakteristiknya? Apakah Anda mengatakan itu tidak boleh terkait dengan agama apa pun?

Wah, pertanyaan ini sangat menarik. Lalu saya katakan bahwa dari sekian banyak fakta, setelah mempelajari setiap serangan teroris dan episodenya, ternyata mereka adalah orang-orang yang religius, berpakaian religius, dan bijaksana. Mereka rajin sholat, puasa dan membaca Alquran. Celananya jarang dipotong. Bahkan, ia kerap berdebat dengan Alquran dan Hadits / Sunnah Nabi untuk membenarkan perbuatannya.

Setelah diidentifikasi, dua pelaku aksi teror yang terjadi kemarin di depan gereja katedral, Makassar, adalah anggota Jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD).

Ali Imran, yang dihukum penjara seumur hidup, berkata: “karena seseorang menjadi teroris. Salah satu syariat dalam Islam adalah jihad fi sabilillah. Itu sebabnya saya berangkat ke Afghanistan “…

Baca Juga :  Prabowo: Semoga Para Korban Sriwijaya SJ-182 Dapat Tempat Terbaik

Jadi apa yang mereka lakukan salah? Kata orang-orang kudus.

Saya berkata: dia memiliki pemahaman yang berbeda dari kami.

“Jadi, apakah salah mengatakan bahwa teroris dibenarkan oleh agamanya?

“Wah, kamu pintar sekali. Cerdas dan kritis,” jawabku.

Benar, mereka mengutip sebuah ayat dari Alquran. Sebagai contoh:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا مهَنَّ

Dan perangi mereka agar tidak ada fitnah dan agama khusus untuk Allah. Jika mereka berhenti (karena tidak percaya), sesungguhnya Allah melihat apa yang mereka lakukan .. Qs al Anfal 39) ،

Para komentator menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “Mereka” adalah kaum musyrik.

Atau ayat ini:

فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحَصُعُ

“Ketika bulan-bulan Haram berakhir, bunuh orang musyrik di mana pun Anda menemukannya dan tangkap mereka. Kelilingi mereka dan mata-matai para penjelajah. ”

Ada juga hadits Nabi.

Dan sang kiai, katanya penasaran.

Wow, kamu tampak hebat. Penjelasannya rumit dan panjang. Maaf. Lain kali, oke? hehehe

Baca Juga :  Khilafah Proyek Gagal Buzzers HTI

Saya melihat dia sangat kecewa.

29.03.2021

KH Husein Muhammad

Sumber:
https://www.facebook.com/1106288500/posts/10224946856474423/

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *