bobby-nasution-sidak-ke-sungai-deli-medan_169.jpeg

Sidak ke Pinggir Sungai Deli, Bobby Minta Proyek Bronjong Ilegal Disetop

Diposting pada

Walikota Medan Bobby Nasution melakukan sidak di bantaran Sungai Deli di Medan, Sumatera Utara (Sumatera Utara). Bobby pun menyerukan agar proyek bronjong ilegal di kawasan itu dihentikan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan Bobby pada Senin (22/3/2021) sebagaimana tertuang dalam keterangan tertulis yang diterima dari detikcom. Bobby mendatangi lokasi penyempitan salah satu ruas Sungai Deli yang mengalir di belakang perumahan Taman Polonia.

Awalnya, warga sekitar mengeluhkan lokasinya. Warga di belakang kompleks elit ini mengeluhkan banjir yang mereka rasakan semakin parah. Banjir tersebut terjadi menyusul dibangunnya bronjong sungai oleh pengelola komplek perumahan.

Proyek sungai bronjong melahap batas sungai. Menurut warga, pembangunan itu juga sampai ke badan sungai. Hasilnya fatal. Pasalnya, jika hujan datang akan menambah debit air yang akhirnya meluap dari kawasan pemukiman.

“Banjir paling sering terjadi sejak bronjong diproduksi petugas, mohon ditindaklanjuti,” ujar salah satu warga yang menyambut baik kehadiran Bobby Nasution.

Saat Bobby datang, terlihat beberapa pekerja masih mengerjakan proyek bronjong. Di belakang kompleks Polonia Park Anda bisa melihat bronjong di sebelah kiri.

Baca Juga :  Penyaluran Bansos Mei-Juni Dirapel untuk Lebaran

“Ini siapa yang memerintahkan pembangunan bronjong ini, Pak?” Bobby bertanya kepada pekerja yang sedang mengerjakan proyek tersebut.

Jadi, pekerja tersebut mengatakan bahwa mereka tidak tahu. Mereka bahkan menjelaskan bahwa pengembang real estat tidak hadir.

Saat dikonfirmasi ke petugas keamanan Taman Polandia, pengerjaan sungai bronjong itu akibat longsor.

Bobby kemudian memerintahkan pejabat pemerintah kota Medan untuk segera menghentikan pengerjaan bronjong tersebut. Menurut Bobby, izin sama sekali tidak ada.

“Mereka tidak bisa menunjukkan izin dari Badan Pengawas Wilayah Sungai (BWS), sehingga harus dihentikan. Karena kita bisa melihat dengan jelas pengaruh sungai yang menyempit ini. Jadi tidak bisa lagi menampung saluran air, akhirnya meluap dan membanjiri sungai. pemukiman .. daerah, “kata Bobby Nasution.

Sesuai dengan PP n. 28 tahun 2011 tentang sungai, tidak diperbolehkan membangun gedung di sepanjang sungai. Garis batas sungai tanpa tanggul di perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat 2 huruf a ditetapkan paling sedikit 10 meter ke kiri dan kanan dasar sungai di sepanjang alur sungai. [detik.com]

Baca Juga :  Jakarta Terendam, Proyek Antibanjir Sampai Mana?

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *