nadiem-696x388.jpg

Silaturahmi ke PBNU, Mendikbud Nadiem Luruskan Polemik Hilangnya Nama Pendiri NU

Diposting pada
Temu Nadiem ke PBNU, Mendikbud Luruskan Polemik Nama Founder NU yang Hilang

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), mengunjungi Panitia Pelaksana Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat setelah kontroversi hebat atas hilangnya nama pendiri NU, Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. sejarah.

Nadiem tiba di markas PBNU pada pukul 2.37 WIB. Saat masuk ke area kantor PBNU, Nadiem tak banyak berkomentar. Dia langsung masuk ke ruang rapat di lantai tiga, 15 menit kemudian, dan Putri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid juga hadir di rapat tersebut.

Rapat ditutup. Awak media tidak bisa mengikuti aktivitas Nadiem di ruangan bersama sejumlah pengurus PBNU. Sebelum kedatangan Nadiem, Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah terlebih dahulu masuk. Hilmar tiba 10 menit sebelum Nadiem. Senada dengan Nadiem, Hilmar diam saja kepada awak media.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijabarkan dalam Kamus Sejarah Republik Indonesia. Kamus itu kontroversial karena tidak memuat perjuangan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Baca Juga :  Innalillah! Anak Buah Anies Bungkam atas Dugaan Pelecehan Seksual di Balai Kota

Memang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan berbagai upaya untuk memperjelas aspek tersebut. Namun, tampaknya Nadiem ingin mengkomunikasikan hal itu langsung ke pengurus PBNU.

“Informasinya begitu (menteri punya agenda untuk PBNU). Saya kira begitu, (membenahi masalah kamus),” kata Ketua LP Ma’arif NU Arifin Junaidi kepada wartawan, Kamis (22/4).

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid bahkan mencabut kamus itu. Baik versi paper maupun digital telah diunggah ke website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya sudah laporkan buku itu sudah ditarik dan yang ada di website sudah dihapus,” kata Hilmar dalam sambutannya di bidang pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa, 20 April 2021.

Sebelumnya, NU sempat memprotes Nadiem karena nama KH Hasyim Asy’ari hilang dari Kamus Sejarah Pembentukan Nasional Indonesia Jilid I (1900-1950) di situs rumahbelajar.id.

Kekecewaan NU memuncak karena bertepatan dengan peringatan wafatnya Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari yang wafat pada 7 Ramadhan 1366 hijriah.

Di sisi lain, NU juga mencontohkan nama Gubernur Belanda HJ ​​Van Mook dan tokoh komunis pertama di Asia Henk Sneevliet sebenarnya masuk dalam kamus sejarah Indonesia.

Baca Juga :  Airlangga: Ini Bukan Pelarangan Kegiatan, Warga Jangan Panik!

Nadiem sendiri membantah kamus itu masih dalam bentuk draft dan belum resmi diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, ia mengaku salah karena telah mengunggah kamus ke situs rumahbelajar.id yang bisa diakses publik seolah-olah kamus sejarah itu resmi.

“Saya langsung perintahkan tim Kemendikbud untuk memperbaiki kamus yang sudah tidak diproduksi lagi, diikuti dengan ketelitian teknis yang lebih baik dan lebih banyak menampung masukan dari berbagai pihak, termasuk NU,” kata Nadiem.

Mantan bos Gojek itu menuding Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara tidak sengaja menghapus nama KH Hasyim Asyari dari catatan sejarah.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *