Connect with us

Edukasi

SIMAK, Alasan Gen Z Mengalami Insecure

Published

on

JAKARTA, ASPIRATIF.com – Insecure menjadi istilah yang kerap didengar di kalangan anak muda seperti milenial dan Gen Z. Insecure sebenarnya adalah hal yang normal. Tapi jika berlebihan ternyata tidak baik untuk kesehatan mental.

Dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Acintya Ratna Priwati, S.Psi., M.A., salah satu dosen Fakultas Psikologi UGM ini menjelaskan bahwa insecure adalah perasaan tidak mampu, kurangnya kepercayaan diri, dan diikuti dengan ketidakpastian dan kecemasan akan tujuan, kemampuan ataupun hubungan dengan orang lain.

Dalam buku Love Yourself Antologi oleh Artika Dewi, Pratitis Try. N, Sha F.Z, dkk, insecure diartikan sebagai perasaan tidak aman yang membuat seseorang menjadi gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri.

Objek dari insecure sendiri cukup beragam. Bisa berupa membandingkan diri sendiri baik segi fisik, kecerdasan, pekerjaan, hingga merasa pencapaian atau prestasinya kurang jauh dari orang lain yang membuatnya tidak merasa nyaman.

Advertisement

Gen Z Lebih Mudah Insecure Dibanding yang Lain
Penelitian jangka panjang dari University College London, mengungkapkan bahwa tingkat depresi Gen Z dua pertiga lebih tinggi daripada milenial.

Studi tersebut menemukan 14,8 persen anak usia 14 tahun yang mengatakan mereka mengalami depresi, dibandingkan dengan 9 persen pada sepuluh tahun sebelumnya.

Sementara 14,4 persen anak muda mengatakan mereka telah melukai diri sendiri, dibandingkan dengan 11,8 persen satu dekade lalu.

Depresi ini berdampak lebih dari sekadar lonjakan masalah kesehatan mental yang menyebabkan defisit kepercayaan diri generasi.

Sebuah survei pada tahun 2017 oleh Universum, menunjukkan bahwa 33% Gen Z mengatakan bahwa mereka insecure atau kurang percaya diri untuk memimpin.

Advertisement

Fakta ini bertentangan dengan pandangan yang dirasakan tentang Gen Z sebagai generasi yang diberi tahu bahwa mereka dapat melakukan dan menjadi apa pun yang mereka inginkan.

See also  6 Ilmuan Dunia Mengalami Kesulitan Belajar Matematika

Alih-alih keyakinan optimis tanpa batas, kenyataannya sikap generasi menunjukkan pesimisme pada titik terendah sepanjang masa. Kurang dari 40% Gen Z bersikap positif tentang masa depan menurut laporan oleh Deloitte

Penyebab Insecure
Penyebab insecure bisa berasal dari dalam maupun luar diri sendiri. Dapat berupa terbiasa membandingkan diri sendiri hingga pengalaman kurang menyenangkan seperti komentar negatif dari orang lain.

Dilansir dari situs Psychology Today, berikut 3 penyebab insecurity yang paling umum:

1. Kegagalan atau Penolakan

Advertisement

Ternyata ketidakbahagiaan ini mempengaruhi harga diri seseorang, contohnya adalah kegagalan dan penolakan yang dapat memberikan pukulan pada kepercayaan diri seseorang. Ternyata dari penolakan itu dapat membuat seseorang melihat dirinya atau orang lain lebih negatif.

2. Kurangnya Kepercayaan Diri karena Penilaian Orang Lain

Banyak orang yang kurang percaya diri saat hendak menghadiri acara-acara tertentu seperti pesta, pertemuan keluarga, wawancara, dan kencan karena merasa cemas dan minder.

Maka dari itu, beberapa orang menghindari kegiatan tersebut atau menampakkan postur tidak nyaman dan minder. Sehingga beberapa orang memberikan penilaian negatif bahkan dapat mengintimidasi seseorang yang kurang percaya diri ini.

3. Ingin Menjadi Sempurna (Perfeksionisme)

Advertisement

Beberapa orang memiliki standar yang sangat tinggi terhadap semua hal, baik penampilan, pekerjaan, gaya hidup, dan sebagainya. Namun ini akan menjadi buruk ketika kamu selalu menyalahkan diri sendiri karena tidak sempurna yang dapat memicu depresi, kecemasan, gangguan makan, dan sebagainya.

Tanda-Tanda Insecure
Berikut tanda-tanda insecure dikutip dari situs PsychCentral.

1. Pada Diri Sendiri
– Merendahkan diri
– Kesadaran diri
– Keinginan untuk menyendiri
– Tidak pernah puas dengan diri sendiri
– Muncul kecemasan dan kekhawatiran
– Emosional

See also  5 Kandungan Skincare Bantu Atasi Jerawat dan Komedo

2. Pada Orang Lain

– Terlalu kritis pada orang lain
– Terlihat canggung di keramaian
– Mudah terbawa perasaan
– Kurangnya sosialisasi dengan orang lain
– Memiliki tingkat kecemasan yang tinggi
– Membuat perbandingan yang tidak sehat dengan orang lain
– Merasa tidak aman

Advertisement

Cara Menghilangkan Rasa Insecure
Dilansir dari situs Healthline, berikut cara menghilangkan rasa insecure yang dapat detikers terapkan dalam kehidupan:

– Meningkatkan value diri sendiri
– Menghilangkan pikiran-pikiran negatif
– Memaafkan dan memahami kekurangan diri sendiri
– Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang mencintai kita
– Menghindari situasi yang mengganggu
– Menyimpan pujian dari orang lain di catatan
– Lakukan hal-hal yang membuat bahagia
– Fokus pada hal-hal kecil dahulu
– Fokus kepada hal-hal positif
– Coba menertawakan rasa malu.

Source: detikedu
Dok : theAsianparent

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *