Connect with us

Bisnis

SIMAK! Tips Ibu Rumah tangga Hasilkan ‘Cuan’

Published

on

PANDEGLANG, ASPIRATIF.com – Menjadi seorang ibu rumah tangga bukan berarti Anda tak bisa produktif atau menghasilkan ‘cuan’ untuk penghasilan tambahan.

Justru, di masa kini, banyak sekali peluang ibu rumah tangga untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Mulai dari membuka usaha hingga menjadi dropshipper.

Lantas, hal-hal apa saja yang harus ibu rumah tangga perhatikan saat ingin membuka usaha? Berikut tipsnya:

1. Cari tahu yang yang dibutuhkan lingkungan tempat tinggal

Advertisement

Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan sebelum memutuskan akan membuka usaha apa, ibu rumah tangga perlu melakukan riset kecil-kecilan terkait apa yang dibutuhkan warga sekitar rumah.

“Jadi istilahnya ‘Saya mau buka usaha menjual barang’, OK perhatikan kira-kira barang apa yang laku dan banyak dicari di lingkungan mereka,” kata Andi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/7).

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar usaha yang dibuat bisa relevan. Pasalnya, saat membuka usaha pasar pertama kita biasanya adalah orang-orang di lingkungan sekitar.

Selain itu, dengan mengenal kebiasaan masyarakat di lingkungan sekitar rumah, ibu rumah tangga bisa mengetahui metode jualan seperti apa yang cocok.

Misalnya, dengan membuka lapak atau menawarkan secara door to door.

Advertisement

2. Perhatikan modal yang dimiliki

Andi menuturkan modal juga penting saat membuka usaha. Perhitungan modal akan menentukan usaha apa yang cocok untuk digeluti.

Dengan modal yang besar, tentu beragam sektor usaha bisa diambil. Namun, jika modal yang ibu rumah tangga pas-pasan, tidak perlu khawatir.

Andi menyebut jika modal yang dimiliki terbatas, ibu rumah tangga bisa memilih opsi menjadi dropshipper terlebih dahulu.

“Misalnya ‘saya modalnya terbatas, bagaimana caranya supaya seminim mungkin?’, berarti kita jangan jual dengan cara stok barang, tapi bisa mulai dengan dropshipper,” ucapnya.

Advertisement

Dropshipper adalah sebuah sistem yang memungkinkan Anda untuk menjual berbagai macam produk langsung dari produsen kepada konsumen tanpa harus menyimpan stok, mengemas, dan mengirim barangnya ke konsumen.

See also  Harga Emas Antam Kamis Ini

Di era digital seperti sekarang, ada banyak orang-orang yang gemar berbelanja secara daring atau online sehingga kesempatan menjadi seorang dropshipper juga terbuka luas.

Untuk menjadi seorang dropshipper, Anda biasanya harus mendaftar keanggotaan terlebih dulu ke produsen produk, kemudian baru bisa melakukan pemasaran produk ke konsumen.

3. Pilih bidang usaha yang bakal digeluti

Setelah melakukan riset di lingkungan rumah dan menghitung modal, ibu rumah tangga bisa memilih bidang usaha atau jualan apa yang akan diambil.

Advertisement

Menurut Andi beberapa usaha yang bisa diambil ibu rumah tangga seperti, jual pakaian, makanan, hingga kerajinan tangan.

Selain itu, bagi para ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan khusus, mereka bisa memanfaatkannya untuk berjualan jasa.

Misalnya, membuka usaha jasa desain grafis, video editor, copywriter, voice over dan banyak lagi.

4. Geluti bidang yang disukai

Sementara itu, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo menuturkan ibu rumah tangga bisa membuka usaha sesuai bidang yang ia sukai.

Advertisement

Menurutnya hal ini penting karena mereka tentu kana menjalaninya dengan senang hati dan paham terkait bidang tersebut.

“Sebenarnya yang paling penting dari usaha yang dilakukan adalah usaha yang dia memiliki keahliannya atau dia sukai, modalnya tidak terlalu besar dan waktunya dapat dilakukan di waktu senggangnya,” tutur Budi.

5. Pemahaman soal usaha

Budi mengatakan pemahaman soal usaha yang digeluti ini penting. Oleh karena itu ia mengingatkan kembali agar mengambil usaha sesuai dengan bidang yang dikuasai dan disukai.

Salah satu hal kecil yang harus dipahami saat membuka usaha adalah pembukuan. Hal ini perlu dipelajari sambil berjalan agar arus keuangan dari usaha bisa diatur secara baik.

Advertisement

Selain itu, ibu rumah tangga juga bisa belajar soal alokasi keuangan. Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan usahanya.

See also  Presiden Jokowi Minta Mahfud MD Usut Tuntas ke DPR Soal Transaksi Janggal Rp349 Triliun

“Perlu juga meningkatkan keahlian bisnis dengan menyisihkan sebagian keuntungan usaha untuk mempelajari strategi pengelolaan keuangan dan bisnis, strategi pemasaran dan ilmu lainnya untuk inovasi usaha,” ucap Budi.

Source: CNNINDONESIA

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *