057855800_1502335888-PKB-Ade1-1-696x392.jpg

Sindir Parpol Kecam Abu Janda, Ade Armando: Kalian Diam Abdul Somad Hina Kristen

Diposting pada
Ade Armando saat menjadi pembicara dalam diskusi Kebangsaan di Masjid Raya KH Hasyim Ashari, Jakarta, Rabu (09/8).Diskusi mengusung tema Ancaman Radikalisme Terhadap Keutuhan NKRI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dosen Universitas Indonesia Ade Armando balik kritik partai-partai yang bersuara serang Abu Janda atau Permadi Arya yang dianggap menghina Islam dengan menyebut Islam Arogan. Ade Armando mengatakan partai yang kritik Abu Janda justru diam saat Ustaz Abdul Somad atau Ustaz Somad menghina Kristen.

Hal itu dikatakan Ade Armando di akun Twitternya, @AdeArmando1.

Dalam postingan, ada 8 partai yang mengecam Abu Janda, sampai mereka ingin Abu Janda ditangkap

“Kalian bungkam soal Yahya Waloni atau Abdul Somad yang jelas menghina Kristen, tapi bersuara keras pada Abu Janda yang mengecam kelakuan Islamis yang melecehkan Indonesia,” kata Ade Armando.

Abu Janda menyampaikan dia tidak pernah menyebut Islam Arogan melalui akun twitter pribadinya, @permadiaktivis1 yang diunggah pada Minggu (31/1/2021).

“Saya tak pernah bilang ‘islam arogan’, saya bilang ‘islam pendatang dari Arab’ yg arogan & itu ditujukan ke Tengkuzul. yang saya maksud itu aliran Salafi Wahabi,” katanya.

Dia juga meyatakan bahwa terdapat bagian cuitannya yang dibuang saat cuitannya diviralkan.

Baca Juga :  Kapal Perang RI Pelototi 3 Kapal Induk AS Konvoi di Laut Sumatera

“Saat twit saya diviralkan bagian twit Tengkuzul nya dibuang, jadi seolah saya generalisasi islam. Terima kasih Kiai,” tulis Abu Janda.

Abu Janda kemudian dilaporkan dalam unggahan istilah Islam Arogan pada Jumat (29/1/2021).

Seperti diketahui, UAS mendadak viral setelah video ceramahnya tentang hukum melihat salib beredar di media sosial. Sejumlah orang yang menganut agama Kristen dan Katolik merasa disudutkan. Bahkan, Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) dan organisasi masyarakat Horas Bangso Batak (HBB) melaporkan UAS ke polisi atas tuduhan penistaan agama.

Selang sehari, muncul klarifikasi dari UAS lewat video unggahan kanal YouTube FSRMM TV pada Minggu (18/8/2019). Ia menyampaikan, video tersebut dibuat pada 2016 di Masjid An-Nur, Pekanbaru.

UAS menegaskan ia hanya menjawab pertanyaan jemaah dan ceramah yang dilakukan seharusnya diperuntukkan untuk internal muslim. Kendati demikian, di akhir klarifikasinya UAS mengaku siap menghadapi proses hukum karena ia merasa tidak bersalah.

“Sebagai warga negara yang baik saya tidak akan lari, tidak akan mengadu, saya tidak akan takut karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” kata UAS.

Baca Juga :  Hamas: Organisasi Yahudi Arab Ancam Keamanan Regional

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *