Sindrom Langka Muncul karena Covid-19 – Aspiratif News

Views: 29
Read Time:3 Minute, 42 Second

Sindrom Langka Muncul karena Covid-19 – Aspiratif News

SEDIKITNYA 300 Perkara sindrom langka yang mengancam jiwa pada anak dan remaja terkait dengan SARS-COV-2 penyebab covid-19 merebak di Amerika Serikat. 

Hal itu terungkap dalam 2 riset di The New England Journal of Medicine dan riset AS yang dipublikasi pada Senin (29/6), menyusul sejumlah laporan sindrom di kalangan pasien covid-19 di Prancis, Spanyol, Inggris, dan Korea Selatan.

Sindrom langka yang dimaksud ialah sindrom peradangan multisistem pada anak (multisystem inflammatory syndrome in children/MIS-C) dan kawasaki. Profesor pediatri dan kesehatan anak internasional di Imperial College London, Michael Levin, mengungkapkan gejala itu muncul 2 sampai 4 minggu sesudah anak terinfeksi virus korona.

“Ada kekuatiran bahwa anakanak yang memenuhi kriteria diagnostik MIS-C waktu ini Ialah puncak gunung es dan problem yang lebih besar mungkin bersembunyi di bawah permukaan air,” ucap Levin seperti dikutip dari Antara.

Gejala MIS-C mirip dengan sindrom TS (toxic shock) dan kawasaki, ialah demam, ruam, bengkak pada kelenjar, dan radang jantung yang pada beberapa Perkara berdampak fatal.

READ  Dewan Riset Daerah Khawatirkan Ketahanan Pangan Sumut - Aspiratif News

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Radiology mengungkapkan anak kecil yang terkena sindrom langka itu mengalami Pergantian inflamasi intraabdomen yang luas, inflamasi jalan napas, aneurisme arteri koroner, dan Kemajuan edema paru.

Dalam kebanyakan Perkara, anak kecil dengan keluhan itu tidak mempunyai gejala covid-19, tetapi mereka mempunyai antibodi yang mempertunjukkan mereka telah terpaparpada beberapa titik. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengakui penyebab MIS-C masih misterius.

“Tetapi, kami tahu bahwa banyak anak dengan MIS-C terinfeksi virus yang menyebabkan covid-19 atau pernah Ada di kisaran seseorang yang positif covid-19,” ungkap pernyataan CDC, awal Juli ini.

Perlunya suplemen

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengabarkan sampai 15 Juni lalu hitungan total pasien positif covid-19 berumur 0-17 tahun telah mencapai 3.064 orang dan 28 di antaranya meninggal dunia.

walaupun belum ditemukan Perkara MIS-C di Indonesia, kemunculan sindrom ini Penting diwaspadai, salah satunya dengan menguatkan sistem imun anak di masa pandemi covid-19.

Dokter spesialis anak yang juga anggota IDAI Jaya, Margareta Komalasari, menerangkan hal itu dapat Dilakukan dengan asupan makanan bergizi seimbang, imunisasi rutin dan pemberian suplemen.

READ  Ongkos Rapid Test Mahal, RMI Jember Minta Pemkab Tidak Berpangku Tangan - Aspiratif News

“Dalam kondisi pandemi ini tumbuh kembang mesti dipantau. Imunisasi juga mesti Dilakukan untuk menaikkan kesehatan anak. Imunisasi, pemberian nutrisi, itu mesti tetap berjalan walaupun dalam situasi pandemi ini,” ucapnya dalam webinar yang diadakan PT Kalbe Farma, Jumat (3/7).

Ia Mengingatkan agar pemberian vitamin untuk anak mesti sesuai dengan dosis yang dianjurkan. alasannya, apabila keterlaluan, itu akan menyebabkan hipervitaminosis yang dapat memengaruhi ginjal dan fungsi hati.

Medical Manager of Kalbe Consumer Health Helmin Agustina menambahkan, kandungan dalam suplemen anak umumnya berisi multivitamin dan mineral. Ia menganjurkan untuk menghindari suplemen dengan kandungan gula yang keterlaluan tinggi. (H-2)

READ

PM Prancis: AS Tidak Akan Diprioritaskan untuk Menerima Vaksin Covid-19

#Akhiri Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi support@dable.io (end in-article) –>


Sindrom Langka Muncul sebab Covid-19 – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *