Sri Mulyani: Defisit APBN Semester I Capai Rp 257,8 Triliun – Aspiratif News

Views: 2250
Read Time:2 Minute, 0 Second

Sri Mulyani: Defisit APBN Semester I Capai Rp 257,8 Triliun – Aspiratif News

Sumber: tempo.co

Jakarta, Aspiratif News— Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mecatat defisit APBN pada semester I 2020 mencapai Rp 257,8 triliun. Angka tersebut naik 90,7 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp Rp 135,1 triliun.

“Sampai dengan semester I, defisit anggaran kita telah terealisasi Rp 257,8 triliun atau negatif,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis (9/7).

Dengan hitungan total tersebut, rasio defisit APBN untuk produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,57 %, atau lebih dalam dibandingkan rasio tahun lalu sebesar 0,85 % dari PDB.

Baca: Atasi Ongkos Penanganan Covid-19, Pemerintah dan BI Sepakati Skema Burden Sharing

Defisit tersebut dipicu salah satunya oleh pendapatan negara yang turun sampai 9,8 %. Pada semester 1 tahun sekarang, pendapatan negara cuma mencapai Rp 811,2 triliun, turun dari realisasi semester 1 tahun lalu sebesar Rp 899,6 triliun.

“Ini sesuai estimasi kami di mana pendapatan negara akan minus kisaran 10 %,” ucapnya.

Sri Mulyani menerangkan, realisasi pendapatan negara pada semester 1 2020 terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 624,9 triliun, atau setara dengan 44,5 persend ari target APBN 72/2020 sebesar Rp 1.404,5 triliun. Lalu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP sebesar Rp 184,5 triliun, dan penerimaan hibah Rp 1,7 triliun.

Sementara itu, belanja negara malah mencapai Rp 1.068,9 triliun atau setara dengan 39 % dari target APBN-Perpress 72/2020 sebesar Rp 2.7392,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,3 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.034,7 triliun.

Kemenkeu mecatat belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 668,5 triliun, naik 6 % dan belanja transfer ke daerah dan ongkos desa sebesar Rp 400,4 triliun atau tumbuh 0,8 %.

Dari sisi pendanaan, pemerintah telah merealisasikan pendanaan sebesar Rp 416,2 triliun atau 40 % dari APBN-Perpress 72/2020 sebesar Rp 1.039,2 triliun.

“Ini mengakibatkan adanya sisa lebih pendanaan anggaran sebesar Rp 158,4 triliun,” ujarnya. (sh/kontan/katadata)

 


Sri Mulyani: Defisit APBN Semester I Capai Rp 257,8 Triliun – Aspiratif News

READ  Sokongan APD Untuk Tenaga Medis Terus Berdatangan - Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *