Connect with us

Bisnis

Sri Mulyani Sindir Bankir Soal Suku Bunga Tinggi, Ini Kata Perbankan

Published

on

sri mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyindir para bankir soal kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dia menggambarkan, bankir tengah menari-nari di atas penderitaan orang banyak.

“Kalau bicara tentang interest rate naik itu Anda sebetulnya malah menari-nari di atas penderitaan semua orang. Saya beda sekali kalau bicara tentang kenaikan suku bunga, Anda kayaknya wajahnya malah lebih bahagia gitu,” kata Sri Mulyani dalam acara CEO Banking Forum, Senin (9/1).

Merespons hal tersebut, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menegaskan, selama likuiditas di perbankan masih cukup, maka bank tidak akan cepat menaikkan suku bunga walau suku bunga acuan BI sudah naik.

“Selain itu selama inflasi bisa dijaga maka suku bunga acuan BI juga tidak akan naik agresif,” kata Faisal, Minggu (15/1).

Advertisement

Dihubungi terpisah, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, berdasarkan laporan keuangan perbankan terdapat beberapa bank yang masih menikmati margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tinggi yakni lebih dari 5 persen. Namun sebagian besar bank mencatatkan NIM yang bahkan rendah kurang 4 persen.

“Dengan demikian, meskipun NIM industri perbankan cenderung meningkat, namun hanya beberapa bank saja yang cenderung masih menikmati NIM tinggi terutama bank-bank kategori KBMI 4,” terang Josua.

Sementara itu, lanjut Josua, bank-bank yang masuk dalam kategori KBMI 3 cenderung menghadapi persaingan yang ketat. Sehingga sekalipun suku bunga acuan BI cenderung meningkat, justru sebagian bank harus bersaing dalam hal menawarkan suku bunga kredit kepada debitur terutama dengan profil risiko yang rendah.

Menurut Josua, beberapa bank yang memiliki fokus segmentasi pada UMKM perlu didorong untuk memangkas suku bunganya. Karena pada umumnya suku bunga yang diberikan kepada debitur UMKM cenderung akan lebih tinggi dibandingkan segmen debitur lainnya.

See also  Bangun IKN Habiskan Dana Sebesar Rp 32,2 T, Cek Rinciannya

“Dengan demikian, pelaku UMKM tidak makin terbebani dengan tingkat suku bunga yang cenderung tinggi,” pungkasnya.

Advertisement

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *