f45a6aeb-4f45-4d59-868f-a74a84dc15b7_169.jpeg

Stafsus Menteri BUMN: Tak Pernah Ada Permintaan Komisaris dari MUI!

Diposting pada

Kementerian BUMN menegaskan, jabatan komisaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak pernah diminta. Hal itu diumumkan Kementerian BUMN terkait permasalahan yang beredar.

“Sehubungan dengan informasi yang menyatakan bahwa MUI sedang meminta jabatan Komisaris BUMN, harus kami komunikasikan bahwa kami di Kementerian BUMN tidak pernah ada permintaan komisaris untuk MUI atau pejabat di MUI,” kata Staf Khusus III BUMN. Menteri Arya Sinulingga dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.

Terkait permintaan Komisioner MUI BUMN terkait proyek penggunaan vaksin AstraZeneca. Arya Sinulingga dengan tegas membantahnya.

“Bahkan terkait dengan vaksin AstraZeneca itu sendiri, tidak ada kaitannya dengan itu. Dan kami juga tidak ada kaitannya dengan itu,” ucapnya.

Arya menegaskan, sejauh ini belum ada satu pun permintaan komisaris untuk mengelola MUI di Kementerian BUMN.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencontohkan, vaksin AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience, Korea Selatan, dapat digunakan setelah MUI melakukan serangkaian kajian dan mendengarkan berbagai masukan dari otoritas dan pakar terkait keamanannya. .

Baca Juga :  PPATK Ungkap Ada Transfer Lintas Negara ke Rekening FPI

Presiden Fatwa Asrorun MUI Niam Sholeh merinci lima alasan, yaitu mengapa Indonesia dalam kondisi mendesak atau darurat syar’i, sehingga ada keterangan ahli tentang bahaya risiko fatal jika vaksinasi COVID-19 tidak dilakukan. dieksekusi segera.

Ketiga, ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan sakral tidak cukup untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk mencapai imunitas kawanan. Keempat, keamanan vaksin AstraZeneca dijamin oleh pemerintah.

Terakhir, pemerintah tidak memiliki kebebasan untuk memilih vaksin mengingat ketersediaan vaksin yang terbatas, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Izin penggunaan vaksin AstraZeneca tertuang dalam Fatwa No. 14 tahun 2021 terkait dengan undang-undang produksi vaksin AstraZeneca COVID-19. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *