Syakir Daulay Cinta yang Melampaui Batas – Aspiratif News

Syakir Daulay Cinta yang Melampaui Batas
Views: 894
Read Time:3 Minute, 38 Second

Syakir Daulay Cinta yang Melampaui Batas – Aspiratif News

AKTOR dan juga penyanyi muda kelahiran Bireun, Aceh, Syakir Daulay, 18, punya pandangan tersendiri dalam memaknai Hari Raya Idul Kurban yang saban tahun dirayakan ummat muslim. 

Menurut Syakir, memaknai Hari Raya Idul Kurban bukan cuma sekadar ikut memotong haewan kurban. “Jadi, menurut Syakir, memaknainya bukan cuma motong, tetapi gimana kita dapat memotong cinta yang melampaui batas. yang membikin kita lupa sama cintanya Allah SWT yang selalu baik memberikan untuk kita seluruh secara gratis,” lanjut Syakir Daulay, seperti dilansir dari Antara, kemarin.

Sebagaimana dimaklumi, menyebut Syakir, Hari Raya Kurban berawal dari cerita Nabi Ibrahim yang amat mencintai Ismail, anaknya. Allah SWT pun menyuruh Nabi Ibrahim mengurbankan anaknya.

“Hakikatnya bukan Allah potong anaknya, tetapi Allah suruh potong cintanya selain Allah,” kata Syakir yang pernah melambungkan tembang Aisyah Putri Rasulullah itu.

Pelaksanakan kurban tahun sekarang diakuinya sungguh tak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Beberapa tradisi yang sering dilaksanakan di keluarganya waktu Hari Raya Idul Kurban juga tidak dapat dilaksanakan. walaupun begitu, menurut Syakir, maknanya tidak berubah cuma medianya saja yang tak sama.

READ  Masjid Kampus Jadi Gerbang Inti Masuknya Paham Radikal, Waspadalah!

“Tradisi Idul Kurban sih biasa ya silaturahim. Sekarang ada covid19 silaturahmi online aja. Jadi dapat istirahat kan ya sebab libur syuting,” ucap Syakir.

Patungan

Waktu itu, Syakir juga menceritakan pengalaman dirinya waktu ke-1 kali berbelanja haewan kurban di Hari Raya Idul Kurban dengan cara patungan bareng teman-temannya beberapa tahun lalu.

Remaja yang hafal 10 juz Alquran itu menjelaskan waktu itu dirinya belum sanggup secara finansial berbelanja haewan kurban sendiri. Tapi, sebab niatnya untuk dapat berkurban, ia pun bareng teman-temannya patungan berbelanja haewan kurban. Syakir bareng sembilan temannya patungan kurban masing-masing senilai Rp200 ribu.

Menurut Syakir, berkurban di hari raya tidak mesti menanti sampai mempunyai banyak uang. Dengan cara yang dilakukannya bareng teman-temannya dengan patungan pun jadi bagian alternatif, khususnya bagi para milenial.

“Niatnya untuk membangun rasa perhatian kita untuk fakir miskin dan juga untuk agama. Jadi, walaupun dulu Syakir tidak dapat kurban sendiri cuma bareng Sahabat,” ucap Syakir.

seusai Saat ini meraih kesuksesan dalam kariernya, Syakir pun mengklaim bersyukur sebab sudah sanggup berbelanja haewan kurban sendiri. “Suka banget, makanya buat teman-teman yang mau kurban tidak sendiri, patungan aja sama Sahabat,” jelas dia.

READ  Sowan kiai NU Cuma Pencitraan - Warta Batavia

Syakir mengawali debutnya di dunia film sesudah ditunjuk selaku pemeran Inti Surga Menunggu, film yang diputar secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia, 2 Juni 2016 lalu.

Sosok Dafa kecil yang diperankannya itu mempunyai kesanggupan menghapal Alquran. Kru film melaksanakan pencarian sosok Dafa sampai akhir nya menemukan nama Syakir Daulay, yang tengah menyantri di Darul Quran, pesantren milik Ustadz Yusuf Mansyur di Tangerang.

seusai Surga Menunggu, Syakir pun dipercaya untuk tampil di film Laskar di Tapal Batas (2016), 5 Penjuru Masjid (2018), dan Mariposa (2020). Di dunia sinetron, Syakir pernah membintangi Anak Masjid pada 2017 dan Fatih di Kampung Jawara pada 2018. (H-2)


Syakir Daulay Cinta yang Melampaui Batas – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *