Connect with us

Edukasi

Tahun 2024 Kemendikbudristek Alokasikan Dana 81 T Untuk Program Pendidikan Tinggi

Published

on

JAKARTA, ASPIRATIF.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan mengalokasikan Rp 81,78 Triliun untuk tahun 2024. Ditetapkan dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SPBI), alokasi anggaran paling besar jatuh untuk Program Pendidikan Tinggi.

Melansir dari situs Kemdikbud, rincian alokasi anggaran Kemdikbud 2024 adalah:

– Program PAUD dan Wajib Belajar 12 tahun: Rp10,13 Triliun
– Program Pemajuan dan Pelestarian Bahasa dan Kebudayaan: Rp1,74 Triliun
– Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran Rp13,57 Triliun
– Program Pendidikan Tinggi: Rp32,47 Triliun
– Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Rp4,13 Triliun
– Program Dukungan Manajemen: Rp19,71 Triliun

Melalui pagu anggaran 2024 yang telah ditetapkan, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim juga mengungkapkan anggaran akan digunakan untuk melanjutkan program prioritas tahun 2023.

Advertisement

“Arah kebijakan Kemendikbudristek tahun 2024 memang melanjutkan dari program prioritas kita di tahun sebelumnya, karena tahun 2024 memang saatnya kita memperkuat program-program kita,” ujar Nadiem dikutip dari laman Kemdikbud, Kamis (1/6/2023).

Keberlanjutan program tersebut antara lain untuk optimalisasi Angka Partisipasi Pendidikan (APK) melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, layananan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang holistik integratif, afirmasi pendidikan seperti inklusif dan di daerah 3T, pendidikan nonformal, pendidikan tinggi vokasi, pendidikan tinggi akademik, AKM, serta pendanaan pendidikan.

Pada pendidikan tinggi, Mendikbudristek juga akan melakukan pembesaran program-program Kampus Merdeka yang hingga saat ini telah diikuti oleh lebih dari 500.000 mahasiswa.

“Ini luar biasa, anak-anak yang mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dalam Kampus Merdeka telah mendapatkan pekerjaan jauh lebih cepat dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Jadi program ini luar biasa dampaknya bagi karir mereka,” tutur Nadiem

See also  WNI Dari Sudan Mendapatkan Layanan Kesehatan Terbaik

Beberapa program pendidikan tinggi lainnya yang akan terus dilanjutkan pada tahun 2024 adalah meningkatkan Praktisi Mengajar, kerja sama riset internasional, sinergi riset dunia usaha dunia industri (DUDI) dan perguruan tinggi (PT), infrastruktur riset, hilirisasi hasil penelitian, pusat keunggulan riset, Matching Fund and Competitive Fund.

Advertisement

“Kami ingin menghilangkan sekat-sekat antara industri, riset, dan akademia karena itu merupakan kuncinya,” jelas Mendikbudristek.

Alokasi Anggaran Untuk Sekolah

Berbagai program dalam peningkatan kualitas dan relevansi juga akan terus ditingkatkan seperti Sekolah Penggerak, Kurikulum Merdeka, digitalisasi pendidikan, siswa berprestasi dan manajemen talenta, Asesmen Nasional (AN), Guru Penggerak, Pendidikan Profesi Guru (PPG), Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMP PK), dan penguatan mata pelajaran pada perubahan iklim, kesehatan, olahraga, dan bahasa Inggris.

Pada Sekolah Penggerak, Mendikbudristek berharap agar di tahun 2024 akan mulai bisa memberikan kontribusi bagi sekolah lainnya dalam melakukan transformasi Kurikulum Merdeka. Hingga saat ini, sebanyak 80 persen sekolah di Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

“Kami cukup kaget melihat jumlah sekolah yang secara sukarela beradaptasi serta mendorong digitalisasi pendidikan, mendorong guru-guru penggerak untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah,” tutur Mendikbudristek.

Advertisement

Alokasi Pelestarian Bahasa dan Kebudayaan

Sementara itu, pada program pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan, Mendikbudristek menuturkan akan terus dilakukan peningkatan.

Seperti partisipasi publik dalam Bahasa Indonesia dalam Penutur Asing (BIPA), event bidang kebudayaan, perlindungan dan pengembangan bahasa dan sastra, revitalisasi bahasa daerah, penguatan literasi, diplomasi budaya, serta perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan.

Source: detikNews
Dok : Kemendikbud.go.id

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *