Gr-696x388.jpg

Tak Takut Dipersekusi Sekelompok ‘Bani Jenggot’, Ustad NU di Deliserdang Beri Jawaban Menohok

Diposting pada

Beredar video sekelompok orang berjubah melakukan persekusi terhadap salah seorang ustaz viral di media sosial pada Rabu (2/12/2020). Mereka mendatangi kediaman Ustaz Muzani Al Fadani  atau Malimmudo di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam tayangan, kelompok orang tak dikenal ini bersitegang dengan warga setempat. Informasi diperoleh, kedatangan mereka diduga lantaran isi postingan di media sosial milik Ustaz Muzani Al Fadani dengan nama Instagram @malimmudo. Dalam statusnya dia menuliskan, ‘Pengikut dengan yg diikut ga jauh beda.. Sama2 tukang caci maki’.

Unggahan ini ditanggapi sinis sejumlah akun lain yang kemudian menanyakan tempat tinggalnya. Ustaz Muzani membalas dengan menuliskan alamat rumahnya. Percakapan di medsos inilah yang diduga melatarbelakangi video viral sekelompok orang menggeruduk ustaz NU Sumut tersebut. Mereka memaksa untuk membawa sang ustaz ke kantor polisi seperti dalam video yang beredar di akun @m.bahrunnajach.

“Saya paham hukum. Siapapapun gak bisa angkat saya ke Polsek. Saya bukan pencuri. Kalau mas-mas tidak suka dengan pernyataan saya, laporkan. Nanti polis yang datangi saya,” ujar suara diduga dari Ustaz Muzani Al Fadani dalam video yang viral.

Baca Juga :  Kunjungi Korban Banjir di Halmahera Utara, Menteri Risma Pastikan Warga Terima Bantuan

Dalam video pendek tersebut, tampak warga emosi dengan kedatangan sekelompok orang yang tampak arogan.

“Kalian datang menyerbu kami ke desa. Ada izin ke kepala desa ga?. Kami terkejut guru kami mau diangkat, jangan pakai cara barbar seperti ini,” kata seorang warga setempat.

Kemudian warga lainnya coba memediasi agar kedua pihak tenang dan mengambil keputusan dengan kepala dingin. “Tadi sudah disampaikan, kalau tidak berkenan Pak Ustaz siap dilaporkan ke polisi. Kita sesama Islam jangan ribut, gak malu kita,” ucapnya.

Mendengar pernyataan tersebut, perwakilan sekelompok orang tersebut justru makin agresif dan beberapa kali meneriakan takbir. “Kami dipancing pak. Kalo gak dipancing kami tak ke sini,” kata mereka.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *