Tanpa Sadar, Mesin Algoritma Pengaruhi Pola Pikir Warganet – Aspiratif News

Views: 1418
Read Time:1 Minute, 53 Second

Tanpa Sadar, Mesin Algoritma Pengaruhi Pola Pikir Warganet – Aspiratif News

Jakarta, NU Online

Tantangan jurnalisme di era digital waktu ini makin berat. Kemajuan teknologi yang berimbas pada membanjirnya informasi menjadikan sebagian penduduk tidak dapat membedakan mana informasi dan sumber berita yang dapat dipercaya. Sebagian penduduk digital lebih memercayai media sosial dibandingkan media mainstream.


Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra mengungkapkan sebuah data pemeriksaan yang menyebut penduduk Indonesia dibandingkan negara lain mempunyai tingkat kepercayaan ke Medos di angka positif 40.


“Fakta ini tidak Disokong dengan kesanggupan literasi yang cukup dari penduduk. Sehingga masyarakatpun tidak tahu cara mempergunakan media sosial dengan benar,” ungkapnya waktu berbicara pada dialog daring dalam rangka Harlah Ke-17 NU Online pada Jumat (10/7).


Yang tidak disadari oleh sebagian penduduk digital waktu ini ialah bekerjanya mesin algoritma (sistematika perhitungan) yang secara terpola mendekati penduduk sesuai dengan apa yang dicari dan ditunaikan mereka di dunia maya. 

READ  Bersikap Adil Menyikapi Kontroversi Ceramah Gus Muwafiq - Warta Batavia


Ia memberi contoh dengan membandingkan informasi 1 berita yang diakses melalui gadget yang tidak sama. Hasilnya, beberapa informasi yang disuguhkan mesin algoritma mempunyai perbedaan. 


“Item-itemnya tidak sama, iklannya tidak sama. Di sinilah sebenarnya bagaimana mesin algoritma mendekati kita. Bukan sekedar kita mencari konten tapi mesin yang akan mendekati dan membanjiri kita,” ungkapnya. 


Waktu seseorang mengkonsumsi konten tertentu di internet, maka konten itulah yang akan terus menghampirinya secara otomatis. Dan tanpa sadar pemikiran penduduk akan terbentuk sesuai dengan informasi yang mesin algoritma sodorkan. 


“Jikalau kita habis beli helm (di internet) maka akan muncul iklan helm. Iklan yang muncul itu sesuai dengan apa yang sering kita lakukan dan konsumsi,” bebernya.


Mesin algoritma ini jadi tantangan tersendiri bagi media dan penduduk dalam mencari informasi yang sungguh valid dan sungguh-sungguh dibutuhkan sendiri. Masyarakat mesti sanggup mengkonsumsi informasi sesuai kebutuhannya dengan tidak terpengaruh pada mesin algoritma.


Apalagi ia mengungkapkan juga bahwa manusia sungguh cenderung suka dengan dongeng sehingga lebih percaya fiksi daripada fakta.

READ  BNPT Jelaskan Aktivitas Radikalisme di Tengah Pandemi Covid-19 - Aspiratif News


Dialog ini juga menghadirkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas, Pemimpin Redaksi NU Online Achmad Mukafi Niam, Presidium Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid, Pemimpin Redaksi Tirto.id Sapto Anggoro, dan Pemimpin Redaksi Narasi TV Zen RS.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Syamsul Arifin 

Tanpa Sadar, Mesin Algoritma Pengaruhi Pola Pikir Warganet – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *